Langsung ke konten utama

petunjuk NYA, terimakasih Allah,

Allah benar-benar Maha Baik, 
dan saya sudah tak lagi meragukan kebesaran-kebesaran Tuhanku

Beberapa bulan lalu memang saya sedang diterpa kegalauan, kegalauan ntara 2 pilihan,dan memang yang namanya hidup harus memilih, walau kedua option tersebut sangat berpengaruh dalam kehidupan saya, sampai kapan pun,

saya hanya bisa menerima, menerima segala kehendakNYA, DIA yang menempatkan saya disini dan sampai saat ini, saya hanya meminta petunjukNYA, merintih dalam doa, semoga saya segera memberikan petunjuk atas doa-doa yang saya lakukan, melalui dhuha, istikharah, tahajud lah cara saya berdialog dengan Allah, 
dan seiring berjalannya waktu, menunggu dengan sabar dan peka atas petunjukNya, pada akhirnya saya mendapatkannya, terimakasih Allah, 

tidak sengaja teman berbicara ''kita ga tau sil rencana Allah, ridho orangtua itu ridho Allah, kalau memang niatnya baik, berbakti pada orangtua, nanti pasti bakal dapet hal-hal-baik yang tak terduga, bukan sekarang kamu merasakannya, tapi suatu saat nanti''

ketika bertemu mantan pembimbing skripsi (yang sekarang juga masih sangat sering bertemu) ''kamu kan sering bantuin saya sil, nanti jadi dosen disini saja ya ngabdi di FKH apalagi kamu angkatan pertama.nanti ibu bantu rekomendasiin kamu kalau kamu mau''
dan saya hanya bisa diam dan tersenyum, tidak mengiyakan juga tidak menolak,

berawal dari ikut penelitian dengan beliau sampai sekarang sering banget bantuin dan maun di lab, alias jadi asistennya, kadang disuruh bantuin memberi review praktikum, ikut beliau kalau lagi ngajar, diajak beliau ikut seminar (gratis lagi), ngoreksi paper yang beliau buat, ngoreksi dapus yang membuat mata saya jereng-jereng, bantuin penelitian beliau di lab, dan terkadang ikut beliau dalam forum-forum diskusi terkait ilmunya, bantuin buat soal-soal untuk praktikum, dll. beliau tau kalau saya sedang koas di luar, dan setelah sekembalinya rotasi koass masih sering ke lab nya, bantuin beliau lagi ngoreksi skripsinya adik-adik tingkat... ya begitulah rutinitas saya, ga sibuk-sibuk amat sih, soalnya anak-anak kepercayaan beliau kan ga cuma saya... hehe. baik deh pokoknya.. kalau aku sama temen-temen di lab manggilnya ''mama dian''

dan....
awal oktober ini, saya diberi petunjuk kembali, saya tetiba mendapat telpon dari drh. kresna (dosen univ. swasta di malang, dan pernah juga saya di ajar beliau). beliau menelpon, ''sil ke kantor saya ya, saya tunggu jam 12 nanti''
*batin ku ini orang mendadak banget dan ngotot nyuruh aku ke kantornya* dan akhirnya
saya tau, beliau menawarkan saya untuk menjadi dosen di Fapet di tempat beliau ngajar,
di tempat duduk saya cuma bisa bengong sebentar''apa ini ga salah dengar? saya di tawari jadi dosen?''
sepintas setelah bengong, saya pun bertanya kepada beliau ''dok, saya belum lulus drh. dan ip saya ga cumloade (diatas 3,5), apa yang membuat dokter memberikan tawaran ini kepada saya?''
beliau pun tersenyum dan menjawab,''karena yang saya ingat kamu, dan saya kenal kamu, cara kerjamu, saya ga melihat ip cumloade yg penting di atas 3 kan, kamu ga usah kuatir, saya akan selalu bimbing kamu, dan saya buka konsultasi bahan ajar danlain-lain, tapi niatkan ibadah yaa, jadi dosen ga banyak duitnya, gimana? mau atau tidak?''
saya menjawab tawaran beliau besok harinya, dan menerima tawaran beliau,
dan besoknya saya menanyakan ''apakah boleh nanti saya jika diijinkan mengajar dan menjadi dosen tetap di kampus saya dok?
beliau menjawab ''saya tau posisi kamu, pasti ingin mengabdi di almamatermu kan? iya gpp, ini kan swasta, jadi nanti bisa di atur waktunya, kamu masih bisa jadi dosen di Ub, dan menjadi dosen tamu di sini''
dan akhirnya bismillah, disini saya membulatkan tekad untuk mencari ilmu, dan berbagi ilmu, bukan lah impan saya menjadi seorang pendidik.

banyak ilmu yang saya dapatkan, dari diskusi, pertemuan-pertemuan dengan banyak orang, ada beberapa orang yang saya kagumi, dan akhirnya saya bisa duduk bareng bersama mereka, Alhamdulillah,

dan kenapa saya ''menggantung'' tawaran bu dian yang akan merekomendasikan menjadi dosen ''alasannya adalah saya belum lulus ujian-ujian, ya masa belum lulus koass udah jadi dosen magang, apalagi dikampusnya sendiri, ga lucu kan...., dan saya merasa tidak enak alias sungkan sama dokter muda-dokter muda yang lainnya, yang lebih dulu daripada saya''
jadi nanti saja kalau sudah benar-benar lulus baru saya menanyakan kembali ke mama dian :))

lagian di fapet ini saya juga belum menjadi dosen tetap pns, masih dosen non tetap, tak bisa di pungkiri, saya bercita-cita untuk mengabdi di kampus saya, pasti Allah akan memberi jalan saya kedepannya, saya percaya itu. 

sejujurnya saya bukan orang yang cerdas pintar dengan ip comlaude diatas 3,5, dan saya sudah bilang ke drh. Kresna, dan drh Dian (pembimbing skripsi)  dan jawaban mereka  membuat trenyuh dan menimbulkan perasaan, saya tak akan mengecewakan mereka yang telah memberikan saya amanah, dan memberikan saya jalan mewujudkan impian saya, idealis harus, bukan berarti saya harus mengikuti jalan dan pemikiran beliau-beliau, tapi saya mencoba bijaksana saya menjadi diri sendiri dan berusaha mengemban amanah yang mereka berikan dan Allah berikan kepada saya.

dan ketiga,
ibu mengabarkan kalau di rumah sekarang tidak lagi sendiri, ada budhe yang menemani, dan ada mbah min ( adik eyang kakung) yang maunya tinggal sama ibu di rumah,
selain itu juga ada budhe dan pakdhe yang udah pensiun (dulunya tinggal di jakarta sekarang pindah ke jogja) jadi di rumah ramai, dan ibu pun juga sudah bicara dengan saya  kalau udah banyak teman di rumah, alhamdulillah ibu sudah tidak ngotot dan memaksa saya untuk tinggal bersama beliau. legaaaaaa rasanyaaa.... tapi ada sedikit sedih juga, ga bisa menemani ibu lamaaa...

Alhamdulillah, ternyata petunjukNya tidak tentu lewat mimpi, tapi juga bisa lewat teman-teman dan orang-orang yang hatinya di gerakkan oleh Allah,

terimakasih Allah,
percaya deh sama Allah,
yakin yakin dan yakin, Allah yang akan menuntun jalan kita



Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...