semenjak aku dan adek diungsikan bapak di rumah tlekung, aku menjadi perempuan yang mempunyai rutinitas terjadwal.
iya, bapak menyuruh aku dan adek menempati rumah di tlekung dengan alasan, biar asri ada yang nempati.
dan bapak tetep tinggal di rumah songgortiti,
sedikit mengeluh ga papa lah yaa,, di sini jauh dari warung yang jual masakan(makanan), jauh dari indomart/alfamart, jauh dari peradaban deh pokoknya. tapi alhamdulillah tetangga-tetangga di sini baik-baik, bakso lewat cuma siang dan sore, tukang jual nasi . mie goreng ga pernah lewat.
beda banget suasananya kalau di songgoriti, mau makan tinggal ambil di cateringan (yg biasa masakin makakn buat aku, adek dan bapak), mau jajan tinggal lompat aja bisa, tiap menit ada bakso yang lewat, kalau malam selalu ada bunyi khas tukang jual sate, mie goreng, nasi goreng,
mau tahu telor, cap cay dll tinggal jalan selangkah juga nyampek.
oh man!! rasanya pingiin balik aja ke rumah yang di songgoriti,
tapi bapak ga ngebolehin, ya sudah lah, dengan terpaksa aku dan adekku tinggal berdua di rumah tlekung.
dan apa yang terjadi!!!
setiap akhir pekan bapak menginap di sini, dan memberiku uang belanja mingguan.
setelah di hitung-hitung ini ga cukup kalau aku tiap hari beli lauk-pauk,
jadinya aku memutuskan masak sendiri.
biasanya bangun jam 03.30, sholat malam, lanjut tilawah dan hafalan sebentar, kemudian beberes rumah (nyapu/ ngepel, cuci pring dll di dapur) sambil menunggu adzan subuh, adzan subuh berkumandang kemudian sholat subuh, setelah itu pergi belanja sayuran, tempe atau apalah untuk di masak, biasanya jam 05.00 belanjanya. setelah itu lari/ jogging sampek jam 05.30. joggingnya cukup 20-30 setiap hari. lumayanlah untuk menjaga kesehatan,
kemudian setelah jogging, langsung memasak, biasanya masak sayur lodeh, cap cay, sayur bayam, oseng-seng, mi goreng++, opor, dll. banyak macamnya,
tapi rasanyaa... hmmmm.... ga tau deh, pokoknya enak aja dilidahku hehe...
biasanya selesai jam 7 atau setengah 7 tergantung masakan apa yang di masak, cepet kan!!!
untuk resep masakan, aku minta resep ke ibu, tanteku, christina dan isma (duo sahabatku yang sering ke rumah dan sering masak)
terimakasih isma dan crhristina alias nyox, kalian luar biasa hehe
iya lah cepet, dikasih tips sama tanteku, jadi begini.,
kalau mau masak cepet, bahan-bahan dan bumbu disiapin malam harinya, misalnya, bawang merah, bawang putih, santan, dikupas malam hari, jadi pagi-pagi bahan-bahan yang akan dimasak udah siap, tinggal potong-potong sayurm ulek-ulek bumbu-bumbunya, masukin jadi deh.... cepet bukan!! hehe
terkadang aku juga masaknya malam, jam 9 atau jam 10 malam sebelum tidur, liat jadwal besoknya, kalau misal besoknya harus berangkat koass pagi dan kira2 ga nutut kalau dimasak pagi ya, malam sebelum tidur aku masak, biar bsok paginya tinggal manasin dan makan.
belanjanya kapan? belanjanya sore, masih ada kok ibu-ibu yang jualan sore di rumahnya,.
pagi beres masak, mandi, sholat, cuss deh langsung ngoasst alias berkoass ria...
nah itu rutinitasku sekarang setiap hari,
dan yang menjadi komentator handal hasil masakanku adalah adekku nana,,,,nama panjangnya permana indra kusuma, selalu bilang, kurang asin, kurang pedes, kurang manis, ga enak itu mbaa!! tapi tetep aja di makan,,, haisshh -___-
kalau enak, dia cuma bilang '' hmmm lumayan lah mbaa''
terkadang bapak juga sore sepulang dari kantor datang ke rumah, hanya sekedar liat-liat aja, ngobrol sebentar habis itu balik lagi k songgoriti, maklumlah, soulmatenya bapak ada disana (kambing kambing peliharaan di kandang). bapak mah ga bisa hidup tanpa merawat dan memelihatra kambing.
selalu teringat kata bapak, ''kamu di rumah sana aja, kalau di songgoriti kamu nanti ga bisa mandiri, lagian kamu juga bakal jadi calon istri bagi suami mu dan ibu dari anak-anakmu, latihan mulai sekarang, mau kapan lagi, jangan banyak alasan sok sibuk kuliah dan koass''
dan kau hanya terdiam..... bapak melanjutkan lagi ''atur waktumu, kamu ini memang kurang bisa atur waktu, sakkarepe dewe''
dan aku diam saja, sebenrnya bapak ga marah, bapak mah ga pernah marah, kalau bicara pelan dan datar...
tapi ya jleb jleb jleb hehehe..
ya mulai saat itu aku dan adek yang mengurus rumah,
dan jeng,, jeng,,, jeng... di belakang rumah ada kandang kambing, kirain masih lama mau diisi kambingnya,
ternyata,,,pagi-pagi mau berangkat koass tiba-tiba ada orang datang, ealah ternyata pak jupri (yang membantu bapak mengurus kambing di kandang songgortiti), beliau bawa 4 kambing, ku tanya, lho pak, mau di kasih kambing kandangnya,, '' iyo mba, bapak suruh antar disini, katanya biar mas nana dan mba silvi yang merawat''
oh man!!!! apa-apan ini bapak,, dikasih kambing dan aku dan adek suruh merawat, beli pakan, beli konsentrat, beli ini itu,,, hwaduh,,, bapak ini lho,,,
langsung ku telp bapak '' dengan santainya bapak bilang,'' iya nanti tak kasih uang buat beli konsentrat dan pakan hijauannya, oia hijaunnya suruh nana yang beli yaa,,, disini(dikasih alamat dan jalannya)''
iya sih cuma tinggal merawat doang alias dikasih tanggungjawab lagi,,
belum deal-dealan ini masalah kambing. apakah ini di kasih dan disuruh beternak atau gimana....
nanti lah pasti bapak akan bilang.
memang bapak selalu mendidikku seperti ini, mandiri, ketika di rumah songgortiri pun ga pakai pembantu, kalau cuci ya cuci sendiri,
klau mau uang lebih dari uang jajan mu kamu harus kerja sama bapak
pernah aku disiruh cuci mobil dan 2 motor serta bersih-bersih 1 rumah, cuci spery dan korden2 di rumah,
dikasih 100 ribu,,, ahahaha,,, #alhamdulillah,
pernah juga di suruh bersih-bersih kandang sapi di kandang songgorti, lumayan, dulu dapat 25.000
kalau diingat-ingat bapak ini selalu mengajarkan banyak hal, kalau mau uang ya kamu harus berusaha, entah itu jualan, bekerja, dll...
ge enak-enakkan duduk manis terus dapet uang!!
jadi hasilnya aku bisa masak, naek genteng, benerin genteng, benerin kran air yang rusak, kompor yang kotor dan rusak, macam-macam lah,, kalau ada adekku ya dia yang benerin,
kalau kata adekku ni ya '' perempuan itu harus bisa mandiri, kuat, ga manja, manja boleh tapi pada suami mu mba, waktu waktu tertentu lah''
dan aku ''ngakak'' dengerin petuahnya.
Komentar
Posting Komentar