Langsung ke konten utama

Keyakinan

setelah membaca sebuah artikel, sebuah tulisan pendekpun akan ku bagi di sini, 

tentang keyakinan Doa, 
kita sering dan pernah merasakan betapa capeknya  berdoa tapi belum juga dikabulkan oleh Allah. 
jadi disini siapa yang salah? yang pasti bukan Allah, karena DIA Maha Benar, Maha Mengetahui.
jadi patutlah kita yang harus intropeksi diri. 
memang mungkin ada doa yang lebih pantas di dengar di banding doa kita, tapi di sini saya bukan menganggap ALLAH pilih kasih, tapi dia sungguh Maha pengasih, atau ALLAH ingin mengetahui usaha, doa kita, Allah rindu akan  lantunan doa-doa kita, Allah meminta untuk kita sabar dan yakin. 
yakin....

jangan pernah bosan dan merasa doa kita jauh dari PendengaranNYA, jangan pernah merasa doa kita tidak diterima OlehNya. jangan pernah merasa doa kita tidak pantas untuk dikabulkan OlehNYa, 
selama kita meminta dengan cara yang baik dan diwaktu yang baik InsyaaALLAH pasti akan ada jawaban terindah dari Sang Khalik.

kita hanya di minta yakin, 
yakin akan janji Allah itu benar
yakin jika Allah menyiapkan sesuatu yang terbaik menurut pilihanNYA
yakin doa kita di dengar dan pasti di kabulkan tepat waktu dan di waktu yang tepat
sesuai rancanganNYA
yakin jika doa kita pantas di kabulkan oleh Allah seperti keinginan kita
dan tetap yakin. 

salah seorang temanku bilang '' ya kamu bandingin aja deh, ada orang meminta sesuatu padamu, tapi kamu melihat dia ragu (ragu dikasih atau tidak), pasti kamu juga akan ragu-ragu memberi sesuatu itu padanya. 
tapi beda, kalau dia terliihat yakin bahwa kamu akan memberinya, pasti kamu akan yakin dan langsung memberikan sesuatu itu kan?'' 

setelah ku telaah kata-katanya, ternyata bener juga analogi logikannya. 

"Doa seseorang senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim dan tidak tergesa-gesa." (H.R.Muslim)
"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai." (H.R. At-Tirmidzi)

ada doa yang pantas dikabulkan lebih dahulu, semoga antrian doa kita sudah dekat dan sebentar lagi di kabulkan
dan menjadikan setiap unttaian doa kita merupakan pelangi di kehidupan selanjutnya

Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...