teringat sesuatu ketika membuka laptop dan berniat mengerjakan laporan koass pilihan,
dan inilah ceritanya
berawal dari pertemuan pertama di PUSVETMA surabaya tempat aku koassistensi pilihan, pagi itu aku bertemu dengan bu ani (nama samaran). beliau bekerja di pusvetma. duduk di sebelahku, padahal waktu itu semua yang bekerja pusvetma menjalankan apel pagi. pertama aku melihat ada yang ganjil dengan tubuh beliau,
sambil tersenyum beliau bertanya padaku '' mba magang disini?''
''iya bu, koassistensi kedokteran hewan,'' jawabku,
''bu, maaf sebelumnya, kok ibu ndak ikut apel?'' ku tanya balik,
'' ndak mba, saya sakit, nanti kalau berdiri agak lama dan terkena panas malah tambah sakit, ow iya nanti di lab saya mungkin koassnya'' jawab bu ani.
belum tanya tentang penyakitnya apa, bu ani sudah mau ke ruang kerjanya sambil pamitan''mba saya duluan ya, nanti juga ketemu di lab''
''iya bu,terimaksih'' jawabku.
tak disengaja, siangnya aku bertemu beliau di musholla ketika sholat dzuhur.
bu ani tanya namaku, rumahku, kenapa masuk kedokteran hewan, kos dimana selama koass dan lain-lain.
saking penasarannya, aku memberanikan diri untuk bertanya sakitnya beliau.
dengan tenangnya beliau menjawab''kanker mba, sudah stadium 4''
astagfriullah.. rasanya deg ketika beliau bicara seperti itu.
beliau cerita, kankernya udah di operasi beberapa tahun yang lalu, tapi masih juga menjalar di seluruh tubuhnya. ternyata, bu ani juga sendirian di rumah, suaminya sudah meninggal terlebih dahulu, mempunyai 1 anak yang kuliah di HI UGM.
anaknya memang mempunyai cita-cita kuliah di UGM, yang mendorong untuk tetap kuliah adalah ibu ani sendiri, kata beliau ''saya tau anak saya mbak, dari SMA dia ingin sekali masuk UGM, dan saya tau jika dipaksaan kuliah di surabaya, nanti malah ga maksimal, saya bebaskan dia memilih kuliah dimana, masa depannya masih panjang, jangan karena ibunya menderita kanker terus dia menjadi terlalu memikirkan saya.
saya tidak mau itu, yang saya inginkan dia mencapai cita-citanya, itu menjadi kebahagiaan luarbiasa bagi saya''
beliau masih tetap bekerja, karena menurut beliau lebih baik saya bekerja dari pada dirumah sendiri semakin terpuruk. beliau harus memakai alat (lupa nama alatnya) setiap 3 jam sekali dipakai di tubuhnya. alat tersebut berfungsi untuk mengurangi penyebaran kanker. beliau tak pernah memperlihatkan kesakitannya di hadapan semua orang,
hanya di musholla itu, aku melihat beliau begitu lemah, sambil tiduran dengan memakai alat dan menggosok-gosok dengan minyak kayuputih di kakinya.
'' ya gini ini mba, setiap beberapa jam saya tiduran, ga kuat kalau dibuat duduk dan berdiri lama, jadi sering tiduran, kalau tiduran badan ini agak enak, ini lagi sakit-sakitnya,'' kata beliau sambil tersenyum.
yang aku bisa ambil hikmah bertemu dengan bu ani ini adalah
kekuatan luar biasa yang beliau punya dalam dirinya,
ketegaran beliau menghadapi kanker
kegigihan bekerja walaupun sakit
dan kesabaran dan keikhlasan beliau menerima cobaan dari Allah,
masih tetap bekerja walaupun sakit, keikhasan nya menerima penyakit ganas tersebut.
sungguh diluar bayangku, beliau bicara padaku
''kanker itu harus dilawan, kalau kita lemah maka kanker ini makin menggrogoti tubuh ini, ga boleh sedih,ini semua sudah kehendak Allah, Allah ga akan memberikan saya penyakit ini jika saya tidak sanggup melawannya''
dan aku hanya terdiam, terhenyak, bingung mau ngomong apa. #istighfar
Subhanallah, sungguh ibu ini memiliki kesabaran, keikhasan dan kekuatan yang luar biasa, tak ada satu keluhan satu pun yang keluar dari mulut beliau ketika bicara denganku.
dan jangan katakan dirimu beriman sebelum teruji,
aku mulai bersyukur dengan ujian-ujian yang Allah hadirkan kepadaku, karena itu adalah cara Allah untuk membuat ku sabar dan ikhlas dan mengerti balasan atas kesabaran dan keikhlasan adalah cinta Allah,
iya sekarang aku yakin, ketika aku mampu melewatinya pasti Allah punya rencana yang indah di depan sana.
Janji Allah itu pasti dan allah tidak pernah ingkar janji.
yang membaca cerita ini, tolong dibantu doa, agar ibu yang ada dipusvetma yang menderita kanker, diberikan kekuatan lahir dan batin, diberikan kesembuhan, diberikan kesabaran dan keiklasan dalam hidupnya. aamiin
Batu, 3 September 2013
19.19
Komentar
Posting Komentar