Impian Untuk Buah Hatiku…
kapan yaa? masih lama kah? atau bentar lagi?
Untuk mendidik generasi masa depan harus dipersiapkan sejak
dini, dan inilah caraku untuk menyiapkan buah hatiku nanti, gpp lah belum
menikah, mungkin ini caraku memantaskan diri.
Dalam lubuk yang paling dalam cita-citaku ingin menjadi ibu
rumah tangga, full time, tapi tapi tapii eh tapi,,, aku juga pingin kerja, :D
Tapi bukan ibu rumah tangga biasa, tapi luar biasa, kok mau?
Trus apa alasanya?
Mungin ini yang saat ini dalam fikiranku.
Alasannya sederhana, anak-anakku adalah tabungan untuk
akherat, Allah menitipkan dia untuk ku dan suamiku nanti, karena anak yang
sholeh dan sholehah akan menjadi jalanku menuju JannahNya, aamiin ya rabb.
Aku tak mau waktuku hanya terbuang untuk memikirkan dunia
saja dan tak bisa melihat perkembangan anakku, di golden age, aku harus
berusaha menjadi teladan yang baik, membina, mempunyai akhlak yang baik.
Jika anakku nanti masih usia 1-2 tahun kan ku beri asi eksklusif,
menggendong sambil dibacakan ayat-ayat suci al quran, supaya nanti gedenya jadi
hafizh atau hafizah. 3-5 tahun berusaha mendidik dan membina secara demokratis,
diajak bermain dengan permainan yang
bisa melatih pola fikir yang kritis, karena umur 3-5 tahun adalah
masa-masa anak-anak bermain. Intinya mendidik sesuai dengan usiannya, sedikit
demi sedikit diajak hafalan al quran, diajak bermain, jalan-jalan kemana pun,
misal, di jalan ada nenek-nenek yang renta, maka anak pun di didik dengan
memberi kan sesuatu ke nenek itu, pada dasarnya menumbuhkan jiwa sosial, saling
membantu, saling menyapa, dan lain-lain. Mandi sendiri, makan sendiri, buang
sampah pada tempatnya dan lain-lain. Ku didik dia demi masa depannya.
Tak lupa mendongeng di malam hari saat dia akan tidur, belaian-belaian
lembut dari sang ibu kepada anaknya merupakan salah satu cara untuk membentuk
hubungan batin yang kuat. Selalu ada kasih sayang untuk anak-anakku nanti.
Duduk bersama makan bareng diselingi ngobrol, karena meja
makan merupakan tempat diskusi yang pas.
Kemudian mendidiknya secara demokratis, menulis impian-impian
dan bagaimana mencapainya, kalau ditulis semua mungkin masih banyak lagi.
Pada intinya, membina, membimbing, mengarahkan anak-anakku
menjadi anak yang sholeh/sholehah, menjadi generasi yang bermanfaat bagi
keluarga, umat dan tanah airnya sesuai dengan yang Nabi Muhammad lakukan dalam mendidik anak.
Masa depan anak ada di tangan mereka sendiri, tapi jika tidak
ada arahan dari orangtua sejak dini maka dia tak tau harus berjalan kemana
tanpa tujuan. Seperti seseorang akan pergi tapi tak tau tempat tujuannya.
Nah untuk saat ini, yang bisa aku lakukan untuk anakku nanti
yaitu menjaga makanan yang aku makan, karena setiap makanan pasti masuk ke
perut, dimana perut merupakan tempat rahimku berada. Rahim adalah tempat
tinggal pertama bagi anakku kelak.
Dengan menjaga rahim maka kan ku jaga tempat tinggal pertama
untuk anakku nanti. Aku tak mau makan yang cepat saji dan haram. Belajar
memasak dan dimakan sendiri, agar nanti ketika sudah menikah bisa memasakkan
masakan untuk anakku dan suamiku.
Saat ini aku masih belajar meraih ilmu dan gelar dokter
hewan, untuk apa? Untuk buah hati ku, mencari ilmu dan mencari wawasan yang
luas, agar aku bisa mendidik dan memberi wawasan kepada anakku nanti, dan dia
bangga kepada ibu nya yang telah mendidiknya, menjadi motivasi buat dirinya
agar lebih dari ibunya kelak.
Jadi menjadi istri/ibu memang seharusnya mempunyai pendidikan
yang tinggi dan mempunyai wawasan yang luas agar bisa mendidik anaknya lebih
cerdas dan pintar.
‘’Entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang
wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas
akan menghasilkan anak-anak cerdas” – Dian Sastrowardoyo.
Ini adalah caraku demi masa depan mu buah hatiku J
Jadi seorang ibu itu harus mempunyai komitmen yang kuat,
Pernikahan itu adalah salah satu kuliah kehidupan, terus
terus dan terus belajar.
Sebelum memulai sebuah pernikahan dengan menjemput jodoh sebaiknya
diisi dengan yang bermanfaat untuk kedepannya, dengan memahami dengan belajar
ilmu terlebih dahulu, #bacabuku #masak #memperbaiki diri
Bismillah ini aku lakukan untuk anak-anakku dan suamiku nanti dan yang pastinya karena ALLAH.
LillahiTa'ala.
sumber buku propethic parenting dan bukujodoh dunia akherat
sumber buku propethic parenting dan bukujodoh dunia akherat
Ridhoi aku ya rabb.
Komentar
Posting Komentar