Langsung ke konten utama

Bintang-Bintang Hidupku


bintang bintang dalam hidupku,
tak bisa ku jauh dari mereka, yang selalu mengingatkan ku pada kebesaran Allah,
yang selalu membuatku bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepadaku dan mereka.
mereka menjadi salah satu tujuan hidupku, tanpa mereka hari-hariku kan hampa dan tak berarti apa-apa.
siapakah mereka?

mereka adalah, nenek-nenek, kakek-kakek di panti jompo malang, anak-anak yayasan anak cacat, adik-adik panti dan anak-anak di rumah mentari :)
dari dulu memang passionku di dunia sosial, cita-cita menjadi psikolog, dan kuliah di psikologi UGM, tapi apa daya, sekarang sudah koass di kedokteran hewan.
tapi yang namanya passion ya udah mendarah daging di dalam diri, 
mempunyai semangat baru ketika bercengkrama dengan anak-anak, membina, mendidik, memberi motivasi dan lain-lain.


pertama aku akan ingin bercerita tentang nenek dan kakek2 di panti jompo, gelak tawa selalu terhias diwajahku melihat tingkah mereka. lucu bagiku, mereka seperti anak-anak. kata orang sih, ketika usia sudah beranjak senja, maka sifat kekanak-kanaknnya muncul kembali.
awalnya agak canggung bertemu dengan mereka, seiring berjalannya waktu serta seringnya intensitas bertemu, keadaan agak mencair, lama-lama menjadi akrab. hehe
banyak cerita dan pengalaman yang kudapat setelah sharing bersama mereka.
ada seorang nenek yang memang disuruh tinggal di panti jompo oleh anak-anaknya,
ada yang memang ingin tinggal di panti jompo,
ada yang tak punya rumah karena hartanya habis
dan masih banyak lagi cerita pengalaman di panti

salah satu ceritanya yaitu nenek (sebut saja A), duduk termangu di tepi jendela teras depan kamar panti, kuhampiri beliau, dan ku tanya pada seorang nenek ''kok mau sih di sini nek,?'' ''aduh nak, di sini enak, saya bisa ketemu teman-teman sebaya saya, kalau mau bercanda dan bercerita enak, lagian kalau aku ingin pulang k rumah anakku tinggal telp saja. kadang juga mereka sering ke sini menjengkukku'' aku hanya terdiam manggut-manggut. awalnya aku berfirir, anak-anaknya pada kemana ini? kok ga ngerawat mereka. malah di taruh dipanti jompo, tega banget....akhirnya telah kutemukan jawabannya. ga semua nenek2 dan kakek2 yang di panti ini karena di suruh anaknya, melainkan keinginan mereka sendiri untuk tinggal di panti. alasannay ringan saja, mereka di rumah kesepian, anak-anaknya semua kerja, cucunya sekolah, paling kalo kumpul di rumah sore dan malam. nah mereka ingin mencari kesibukan seperti membuat kerajinan tangan, olahraga dan lain-lain.

cerita ke dua, ada seorang kakek yang terlihat selalu diam,dan menyendiri sebut saaja bapak karyo. menimbulkan penasaran pada benakku, langsung ku tanya pada pengurus panti jompo, beliau menjelaskan bahwa bapak Karyo itu memang sukanya menyendiri, agak tempramen, beliau mempunyai riwayat yang cukup menyayat hati. dikarenakan, kedua anaknya yang menjadi pembisnis menaru nya di panti jompo, dan hanya sebulan sekali menjenguk, itupun cuma mengasih uang dan hanya 15 menit. padahal bapak Karyo tersebut tak mau tinggal di sini. begitu bapak pengasuh panti menjelaskan padaku.
Deg... itu yang pertama aku rasakan...
ya allah ya rabb,, kasian bapak karyo, 

setelah mengobrol bersama bapak pengasuh panti, maka langkah kaki ini menuju bapak karyo yang sedang duduk di kamarnya sambil membaca (beliau memang punya hobi membaca). ku hampiri beliau dengan senyumku, beliau hanya senyum saja, dan aku harus mengawali pembicaraan.

awalnya kaku, mulai dari pertannyaan rumah tinggal di mana, punya anak berapa, cucunya berapa dan seterusnya, pada akhirnya beliau yang cerita panjang lebar tentang kehidupannya. mulai dari susah senang, bangkrut dan bangkit lagi membangun perusahannya. tapi kalau aku ceritakan sini bisa berlembar-lembar.

tes.. tes.. menetes juga akhirnya airmata ini mendengar beliau bercerita panjang lebar. 
begitu dalam dan mengharukan. dan aku menyimpulkan bahwa, pak karyo ini butuh orang sebagai pendengar, mendengar segala keluh kesahnya. 

dalam benak ku berfikir ketika kita masih kecil, ibu dan bapak yang merawat kita sampai kita dewasa. penuh dengan kasih sayang. tapi sungguh ironis, dibalik semua kasih sayang yang tulis dari orangtua kepada kita, hingga kita bisa melangkah tegap diatas bumi ini lupa akan orangtua. 

aku bingung, dan banyak pertannyaan yang ada dalam otaky
apakah meraka malu punya orangtua?
apakah mereka tidak punya sedikit waktu untuk merawat orangtua mereka?
apa mereka tak inget sewaktu kecil siapa yang merawat dan membiayai sekolah?
astaghfirullah 
jadi inget bapak dan ibu di rumah,
semoga aku bisa selalu membahagiakan merawat ibu dan bapak sampai akhir hayat, sesungguhnya semua yang kita dapat dan kita miliki saat ini berkat doa dan usaha orangtua kita. 

kedua, mereka adalah adek-adek di yayasan anak cacat di batu dan di Malang, tapi aku sering di batu. karena memang lebih dekat dari rumah,
biasanya aku ke SLB bareng sama mas adi dan dentri (kakak kelas dan temen SMA)
mereka mamang fokus mengajar di sana, kalau aku pinginnya fokus mengajar atau membantu tapi skill ku dalam menangani anak-anak tersebut belum begitu faham. maklum background pendidikanku juga bukan di sini.

disini aku hanya bisa membantu belajar, mencoba memahami mereka, 
gibran, amil dkk, anak autis, mereka adalah ciptaan Allah yang luar biasa,
terkadang aku juga ikut mas adhi ngajar anak tuna rungu, subhanallah luar biasa mas adhi ini. 
begitu cepat kalau menggunakan bahasa isyarat dengan tangannya, kalau aku harus mikir beberapa detik dulu baru bisa, biasanya aku dapet ruangan di anak autis,
mencoba memahami mereka,

karakter anak autis susah untuk di handel, jadi cara menghandelnya, dia didudukkan di meja dan aku di depannya, menatap matanya dengan kasih sayang disertai dengan belaian tangan.
lama-lama dia pasti nurut, walau awalnya memberontak, tapi setelah dengan tatapan mata, dan belaian kasih sayang dia kan luruh.
pernah kacamataku pecah karena di lempar ke lantai, tapi ya bagaimana lagi, mengerti mereka, jadi ya biasa saja.
capek mengajar mereka, tapi seneng, jadi terbayar sudah capeknya dengan keikhlasn hati.

ada cerita menari dikelas tuna daksa, yaitu  emil, dia merupakan salah satu anak tunadaksa
aku ikut kelasnya dentrik, dan waktu itu hari olahraga, dentrik mengondisikan anak-anak, dan setelah pemanasan seperti biasa dia memberi aba-aba untuk lari. anak-anak disuyruh lari 2 kali putaran. 
dan yang membuatku terhenyak adalah, emil, dia salah satu kakinya tidak sempurna, 
memang emil anaknya memaksa, padahal dentrik sudah menuruh untuk duduk saja tidak usah ikut lari, tapi emil dengan ngototnya ikut berlari sama teman-temannya.
aku melihat usaha anak itu, satu putaran sudah terlihat capek dan terengah-engah, 
aku bilang ke dentrik,''den,, aku ga tega, sudah...suruh dia berhenti'' 
dentrik bilang ke aku ''biar lah sil, aku ingin melihat usaha anak itu,? aku percaya dia anak yang luar biasa''

dentrik menjelaskan padaku tentang cara mendidik anak-anak tersebut agar mereka mempunyai kepercayaan diri dan kemandirian yang tinggi, subhanallah yaa 
aku terkadang mikir, kalau anak-anak dis ekolah biasa saja kalau di suruh latihan olahraga malas-malasan.
suruh lari 1 putaran udah capek,,
lha ini anak yang notabene kurang sempurna masih berusaha untuk mencapai garis finish
netes lagi ini air mata.

setelah selesai olahraga dan pulang, aku dan dentrik ngobrol sebentar, dia bilang ke aku '' makanya sil aku betah di sini, walaupun gajinya ga seberapa, tapi ada kepuasan batin tersendiri, bahagia banget kumpul dan mengajar mereka, walau terkadang jenggel itu selalu ada.'' 

''mereka adalah malaikat-malaikat Tuhan yang diturunkan kebumi untukku'' kata dentrik.
aku terdiam, ''aku juga pingin den '' #batinku berbicara
disini aku bisa belajar bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak autis, tunadaksa, tunagrahita dan tuna rungu,
betapa luarbiasa anugerah dan nikmat yang Allah berikan kepada kita, salah satunya tubuh yang sempurna.

salah satu ayat di surah  Ar-rahman :
fa-biayyi alaa'i rabbi kuma tukadzdzi ban yang artinya '' maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

betapa banyak nikmatnya mempunyai mata bisa melihat, sementara banyak orang yang menderita tuna rungu,

betapa nikmatnya mempunyai kaki, tangan, dan bagian tubuh yang lainnya sempurna, sementara ada banyak diluarsanya yang menderita tuna daksa,

betapa nikmatnya mempunyai fikir yang bisa mikir secara normal, sementara diluar sana ada beberapa orang menderita tuna grahita,

betapa nikmatnya mempunyai mulut dan suara, sementara di luar sana ada beberapa orang yang tak bisa bicara,

betapa nikmatnya yang masih mampu bernadas secara normal, sementara banyak saudara kita yang mungkin saat ini sedang di rumah sakit dengan alat bantu pernafasan.

sungguh tak bisa di hitung nikmat -nikmat yang allah berikan kepada kita semua
tapi kitalah yang sering lupa akan kata sederhana tapi penuh makna ''bersyukur''

mari selalu bersyukur.....


untuk ketiga #adek-adek panti dan #anak-anak rumah mentari 
selanjutnya yaa 
to be continued....
semoga bermanfaat ^_^


Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...