Langsung ke konten utama

Impian Menjadi Pengajar Muda

inilah salah satu wujud visualisasi mimpi,
menceritakan tentang impianku kepada orang lain, dengan menceritakan impian kita, dan minta di doain agar tercapai akan lebih banyak doa sehingga Allah akan mengijabah. aamiin :)

sejak saya tau tentang Indonesia Mengajar tahun 2010, keinginan untuk menjadi pengajar muda di program Indonesia Mengajar muncul,
karena hakikat hidup ini menurut saya adalah ''Belajar dan Mengajar''
mengabdi untuk negeri, untuk anak-anak generasi masa depan bangsa, pergi ke pelosok negeri, meninggalkan gemerlap kota dan kebiasaan-kebiasaan kehidupan yang nyaman di sini, 
menjadi pengajar muda itu adalah panggilan hati,
menjadi penyulup api untuk mengobarkan impian-impian mereka, 
membantu, menemani meraih impian. 
satu tahun hidup saya untuk mereka,
nah, hal itulah yang  sehingga saya dapat lebih dekat mengenal Indonesia dan budayanya. bukan hanya di pulau jawa, tapi di pelosok pulau terkecil di luar jawa. karena Indonesia begitu kaya. 

ada qoute yang saya ambil dari buku Indonesia Mengajar yang pernah saya baca:
 ''Pemimpi itu ketika kamu rela menunda mimpimu dan mengumpulkan impian anak – anak bangsa dan menjadikannya fondasi agar mereka tau arti mimpi itu. Pemimpin itu ketika kamu berani memimpin dirimu untuk turun tangan mengambil bagian dalam menyesaikan segelintir masalah Bangsa''
dan itulah yang menguatkan saya untuk segera mengikuti Indonesia mengajar. 
terlebih lagi banyak alumni pengajar muda yang saya kenal dan sering sharing dengan mereka (mas habib, mas agus arifin, mba ekky, tio dan mba diah)
cerita dari merekalah yang membuat saya semakin semangat mengikuti program ini, 
saya mengenal mereka dari Penyala Malang dan Kelas Inspirasi Malang.
kebetulan tahun lalu, memang saya dan teman saya Nita menjadi penggiat Penyala Malang, tapi berhubung kami sudah sibuk dengan urusan masing-masing, maka di teruskan oleh Upik dan teman-temannya. 
2 komunitas yang sangat berhubungan dengan Indonesia Mengajar.
dari 2 komunitas inilah saya bisa mengenal lebih dekat pak Anies Baswedan dan pengajar muda lainnya.

terkadang saya mengalami pergulatan batin akan mengikuti Indonesia Mengajar ini,
kadang juga iri pada teman-teman fakultas lain yang sudah lulus, sehingga banyak kesepatan untuk lebih cepat mendaftar IM, sedangkan saya, harus menunggu 2014, karena masa studi yang begitu lama, harus menjalani koasistensi,
contohnya Tio, dia teman seangkatan 2008 tapi Fakultas pertanian, dia sekarang ketrima di Indonesia Mengajar dan ditempatkan di Bima,NTT, dan aku cukup tau, membaca cerita2yang dia postingkan saat menjadi pengajar muda di sana,
kemudian perijinan dari ibu dan bapak, beberapa waktu lalu saya pernah mengutarakan keinginan untuk ikut IM, tapi sepertinya ibu dan bapak kurang menyetujui, kenapa?
karena dilihatr dari umur saya sekarang 23, tahun 2014 sudah 24, kemudian selesai ikut IM umur 25 tahun,, terus kapan saya mencari nafkah, dan menikah, itulah yang difikirkan ibu dan bapak,
yang ketiga, saya suka minder, bisa ga ya saya lolos, secara yang ikut daftar program IM berribu-ribu dan hanya diambil 180 an. bisa ga ya saya bersaing dengan yang lain, yang pastinya mereka lebih baik daripada saya. tapi ya siapa tau ya,,, kalau rejeki saya saya pasti lolos suatu saat nanti.

dan saya sudah memutuskan untuk ikut mendaftar Indonesia mengajar pada  tahun 2014 setelah saya lulus nanti, yang pasti jika belum ada yang mengkhitbah, kalau sudah ada yang mengkhitbah sebelum berangkat, saya akan menurti kata-kata orang tua saya, dan saya akan lebih memilih untuk menikah,.
jika belum ketirima saya akan tetap mencoba terus sampai saya bosan, maksimal 3 kali,
lebih dari 3 kali, saya akan menerima bahwa IM bukan jalan saya, dan saya akan tetap mengajar adek-adek panti, adek-adek jalanan, adek-adek di rumah pelangi dan adek-adek di sekitar rumah, kemudian saya akan berfikir, mungkin allah menempatkan saya di sini agar tetap mengajar adek-adek saya di sini (red: batu-malang)

yang membaca ini doakan saya yaa,,, ketrima IM, pokoknya yang terbaik untuk kehidupan saya
aamiin,
semoga yang mendoakan hidupnya berkah aamiin ya rabb :))


Bismillah 
InsyaALLAH, peluk mimpi-mimpiku ya Allah 
jika IM adalah jalanku, maka aku akan menjadi Pengajar Muda 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...