Langsung ke konten utama

Mengapa menulis???

Kalau sedang senang saya menulis, sedang sedih saya menulis, sedang nganggur saya menulis, sedang bosan dengan rutinitas saya menulis. menulis bagi saya seperti pelampiasan yang positif. tak peduli kondisinya, sehat atau sakit, asalkan jari jemari ini masih bisa menari di atas keyboard.

awalnya saya suka membaca, apapun judulnya, apa lagi buku gratis, yukk mari siapapun yang mau memberi saya buku dengan senang hati saya terima :D

ketika kuliah, semester awal saya sering ke gramedia yang di deket kampus, disana saya tidak membeli buku tapi membaca buku, 2-3 jam di gramedia hanya untuk membacanuku, bukan ga punya uang tapi uang tersebut dialihkan ke kebutuhan lain, jadi saya harus berfikiir bagaimana saya tetap melanjutkan membaca buku yang ingin saya baca. dan jeng...jeng...dalam waktu 1 minggu saya bisa 3-4 kali ke gramedia duduk dan membaca buku tersebut, istilahnya nebeng baca. sering sih dilihatin mba-mba dan mas-mas penjaga gramedia, kayaknya sudah hafal wajah saya, tapi mereka untung nya baik, ga di marahin, cuma di bilang ''buku apalagi selanjutnya yang mba baca?'' -___-

sampai suatu hari saya tersadar oleh sentilan pertanyaan iseng dari mulut saya sendiri, '' sampai kapan ya, saya baca buku orang lain??'' saya juga ingin orang-orang itu yang gantian membaca tulisan saya, idenya pun menulis buku? tapi saat itu, mengarang pelajaran bahasa indonesia saja saya setengah mati mengerjakannya, apalagi menulis buku?

dari beberapa tahun kemarin ada ide sih untuk menulis buku tentang perjuangan perjalanan angkatan pertama kedokteran hewan UB,''Gametogenesis'' tapi dari dulu sampai sekatang belum juga terselesaikan, sebenarnya bisa dan pasti bisa, tapi kemauan dan ketelatenan untuk istoqomah menulis ''Gametigenesis ini yang sangat kurang.

ya, sebagai langkah awal saya putuskan untuk menulis di blog, toh domain di internet banyak yang ditawarkan gratis. saya pun mulai menulis apa yang saya bisa, idiologi ngeblog yang saya gunakan adalah PASRAH. artinya, diberi comment orang, ya syukur. tidak ada comment , ya sudah yang penting saya sudah berani menulis, itu adalah sebuah KEPUASAN. 

kemudian suatu saat saya menemukan kalimat dari Pramuedya Ananta Toer. begono katanya '' jika umurmu tak sepanjang umur dunia, sambunglah dengan tulisan.'' deg!!!. saya pun merinding dibuatnya. siapa sih yang tahu umur kira sampai kapan kematian itu suatu yang pasti tapi eksistensi kita di dunia bisa terus kekal dengan tulisan yang bermanfaat dan inspiratif,

''sudah banyak orang berbicara di dunia ini, tapi sedikit yang menulis''

salam semangat,,, mari ngeblog :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...