Langsung ke konten utama

Pangeranku.........

Nikah? 
aku kapan?
sama siapa?
terus nanti gimana ya?

pertanyaan yang sering terucap saat aku ngobrol sama ocy dan pipit di sela-sela koass. haha
obrolannya nikah rek,,, soalnya beberapa bulan ini banyak adek tingkat angkatan 2010 yang menikah.
Alhamdulillah lagi si ocy udah lamaran kemarin,  
apalagi ada adekku sepupu yang udah hamil, oh men!!! gue kayak cewek gak laku-laku aja haha...

Jodoh itu memang misteri, tapi saking misterinya jadi bikin penasaran. 
coba kalau jodoh atau pangeranku bisa di search di mbah google, wah pasti aku siang malam search terus hahaha.... #imajinasi tingkat tinggi. 
duh pangerankuu... kapan kau datang, sekarang kau lagi apa. bikin penasaran aje...
tapi aku percaya sama janji Allah, Allah sudah menuliskan nama pangeranku di Lauhul Mahfudznya Allah. jadi tenang... hmmm tapi tetep aja penasaran. hehe
ibu, bapak, adek-adekku udah sering tanya. 
apalagi
ibu, selalu bilang : ''mba kapan selesai koass? semoga setelah koass lulus dapat ijazah langsung ijab sah ya mba, doa ibu itu terus lho mba'' 
bapak bilang : ''terserah kamu mau nikah kapan, yang penting dia ketemu sama bapak dulu sebelum dia tanya sama kamu, kamu itu masih milik bapak, anak perempuan bapak''
ihhh bapakku keren yaa,,, haha
adek nana : '' mba udah umur berapa ni, wes 23 tahun lho, wes wayahe, tak cariin ya mba, ada dosen nih, udah S2, udah mapan, dia dosenku, mau ga ta'aruf? keburu aku duluan lho mba.hehe'' 
dan aku cuma bisa senyum. belum sreg sih hehehe...
adek rio:'' mba silvi, nanti kalau mba udah nikah aku masih dapet uang dari mba silvi kan, nanti aku juga mau minta uang ke masnya, cepet nikah yo mbak, biar aku dapet uang banyak'' dengan polosnya dia bilang gitu.

dan banyak saudara, teman tanya ; kapan??
ku bilang,,, bentar lagi, masih di simpan sama Allah dan dia nya masih malu-malu nunjukin batang hidungnya... haha
haduh bikin makin kepingin aja nih, restu orangtua udah dapet tapi pangeranku masih malu-malu kucing... apalagi adekku si nana, beuh,,, dia yang paling semangat mencarikan ku jodoh, malu-maluin  aje dah ahaha... 

umur 23 tahun ya sekarang?
2 tahun lagi umurku sudah 25 tahun, oh men... hehe udah pas kayaknya kalau menikah. 
pinginnya sih 22 tahun, tapi ternyata meleset, 
sampek umur 23 belum menikah, 
dan mungkin kebanyakan orang bilang '' ih ngapain sih pingin nikah muda''
dan aku selalu bilang '' karena menikah itu ibadah, pahalanya seorang istri itu sangat besar dibandingkan saat masih single'' 
 nih contohnya yaa..
''Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka ALLAH akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR.Abu Sa’id)''

''Rasullulloh bersabda : seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian , adalah yang tidak menikah (HR. Bukhari)''

dan masih banyak lagi... wow subhanallah kan.
dan motivasiku untuk menikah muda  selain ingin mendapat pahala sebagai investasi akherat juga  ''sebelum aku mati aku ingin mengabdikan diriku untuk suamiku, untuk anak-anakku, karena jika sudah menikah surga itu ada di telapak kaki suaminya, pingin merasakan jadi ibu, sakitnya melahirkan, mendidik anak, mengelola rumah tangga, mengurus rumah, dan lain-lain '' 
pingin bangettt...
ya Rabb, ijinkan aku segera menikah dengan orang yang kau tunjuk dan sesuai dengan ku aamiin ^_^

memang aku ga mau pacaran, males aja, hehe 
kalau memang ada cowok/ laki-laki yang bener-bener serius ya monggo ke langsung ke bapak,
tapi tunggu dulu, 
aku kan anak cewek sendiri di keluarga, adek-adekku cowok semua, 
nah mereka lah (nana dan rio) yang akan menjadi penjaga pintu pagar, membantu menscreening siapa yang akan menembus hatiku, 
diibaratkan aja rumah, 
aku hanya bisa duduk menunggu di dalam kamar, 
2 adekku (nana dan rio) menjadi penjaga di pagar, haha... 
kenapa adekku?
karena mereka adalah pria-pria yang mengerti watak asliku, kebiasaanku, keinginanku, kemauanku... 
kalau adek-adekku udah setuju, ya berarti lanjut berjalan menuju pintu dan mengetuk pintu, 
yang membawa kunci adalah ibuku, yang membukakan pintu adalah bapakku, 
kalau ibuku sudah memberikan kuncinya ke bapak berarti ya bapakku insyaallah setuju, 
eits tapi hanya bertemu bapak, kalau belum bisa meyakinkan bapak dan ibuku berarti belum bisa bertemu denganku hahaa... 
baru deh kalau bapak dan ibu sudah yakin, bapak akan mempersilahkan putri kesayangannya ini diambil. dibawa kemanapun pergi lewat perjanjian ikrar suci aliass ijab qobul. *duh kapan yaaa... :D

tugasku hanya mempersiapkan diri, memantaskan diri, di dalam rumah, berekspresi, meraih cita-cita dll di dalam rumah itu
nah yaa seperti itulah analoginya, hehee...

jadi kalau ada laki-laki/cowok yang deket dan bilang langsung ke aku untuk menikah tapi belum ketemu sama 2 penjaga pagar dan yang pegang kunci mah lewattt aja wesss... walau seganteng, sepintar, secerdas, se..se..se..dst mah lewatttt... hehe
baru deh kalau udah ketemu adek-adekku, ibu dan bapak, dan mereka pada setuju,, ya berlanjut dan bisa dipikirkan terus lanjut istiqarah, yakin, dan ijab qabul. insyaAllah... 
cepet yaa... pinginnya gitu :)) prosesnya cepat, tepat dan berkah aamiin 

haha jadi mungin inilah yang membuat aku jarang galau mikirin laki-laki yang belum pasti hehe.
mending mikirin yang lebih penting dipikirin. 
sok banget ya kayaknya aku, tapi inilah caraku menjaga kehormatanku sebagai kaum hawa. 
menjaga kesucian, menjaga kehormatan, menjaga pandangan, menjaga hati. intinya adalah menjaga. 
hmmm....
mungkin....
enak ya nikah, dirumah ga sendiri, ada yang dimasakin, jalan-jalan, camping berpetualang ada yang nemenin, kalau misal aku pulang malam, ada yang jemput, ada teman berbagi cerita suka maupun duka, bisa saling menghormati, bisa saling mengingatkan, bisa saling bercerita pengalaman harian di meja makan, saling berbagi impian masa depan, masa depan kita berdua, masa depan anak, memulai kehidupan dari nol, mulai dari bawah, berdiskusi tentang visi misi hidup masing-masing. 
terus kalau udah punya anak, anak-anaknya lucu,,,, pinginku punya anak banyak banyak tau deh berapa, kalau bisa sih anak pertama laki-laki hehe... 
pingin segera gendong bayi, nidurin dia di pangkuanku, ngajak main, Ya allah...indahnya...
bayangin aku jadi istri dan seorang ibu dari anak-anakku,,,bahagianya mungkin tiada tara ya,,, ga bisa diungkap oleh kata-kata :)

Allah,,,
ijin kan aku segera menemukan pangeranku,
ku labuhkan cinta ini pada Mu, 
dan tautkanlah cinta  di hati ini pada orang yang mencintaiMu 
Aamiin :))
I wants a husband who protects me like a daughter, love me like a wife, respect me like his mother and teach me a right path to Allah.
Jadi suatu saat nanti, Insya Allah kita bisa bareng-bareng lagi di Surga hehe. So simple is that...hehe 
aku ingin mengiringi suamiku,pangeran hidupku menapaki lika-liku kehidupan dunia akherat aamiin, 
cepatlah bertemu, jangan malu-malu terus, jadi penasaran ni... hehe

aku percaya, kau di ujung dunia sana sedang memantaskan diri, mempersiapkan diri, mungkin juga lagi sekolah / menuntut ilmu / bekerja / membangun usaha atau lagi apa lah, 
aku percaya kau pasti akan datang di waktu yang tepat, disaat kita sama-sama siap. 
Allah Maha Tahu, tau yang terbaik untuk ku dan untukmu pangeranku. 
calon permaisurimu ini masih setia bersabar menunggumu sambil berucap ''datangnya jangan lama-lama ya sayang....  segeralah... klo bisa besok...'' hahhahahaha


NB : yang baca ceritaku jangan tertawa ya...kalau tertawa tolong di aminin yaa ^_^ 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...