Bismillah,
saya lagi pingin menulis tentang sebuah perjuangan pemuda,
ini masalah cinta, tapi bukan cinta sepasang manusia,
iyaaa, cinta terhadap ibu pertiwi, cinta kepada penerus generasi masa depan Indonesia
"Di timur matahari mulai bercahaya, bangun dan berdiri kawan semua, marilah mengatur barisan. Pemuda- pemudi Indonesia''
WS supratman melihat kondisi realita bangsa ini, serangkaian kalimat yang mencoba untuk membangkitkan semangat dari kalangan pemuda pada zaman itu, dan sekarang rasanya harus kembali digaungkan. setiap bangsa selalu memanfaatkan mimpi alami para pemuda untuk memperbaiki bangsanya.
generasi kini, adalah generasi yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan masa depan indonesia. pepatah arab ''syubbanul yaum, rajiul ghaddi (pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok). maka, apa yang saat ini menjadi kecenderungan generasi muda, hal itu pula yang akan menjadi gambaran bagaimana bangsa ini akan di bentuk di masa depan.
dan melihat kondisi pemuda saat ini,,, sangat begitu ironis, tapi kita tak boleh hanya menjudge, menilai, tanpa ada gerakan kecil untuk menyelesaikan permasalahan indonesia.
dalam pusaran labirin keputusasaan, kadang kita dapat melihat satu garis cahaya yang dapat memberi kita keyakinan bahwa di ujung sana masih ada yang terang.
mencari sumber itu, tak semua pemuda indonesia memiliki kondisi yang ironis, tapi ada banyak pemuda indonesia yang memiliki tangan-tangan luar biasa untuk membantu mewujudkan impian terbaik indonesia.
saat saat ini yang dapat mengangkat beban bangsa ini adalah pemuda.
sudah saatnya bangkit, dan tetap bertahan dalam keaadan apapun, bukan saatnya kita tidak menikmati kesenangan sesaat ini. jangan sampai mengabaikan apa yang terjadi sekarang ini.
melakukan apa yang bisa dilakukan untuk bangsa ini, untuk masa depan bangsa ini, generasi penerus peradaban,
pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan. peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral dapat diwujudkan dengan menumbuhkan etika dan moralitas dalam bertidnak di setiap kehidupan kepemudaan
banyak cara, banyak langkah,
dan saya memilih anak-anak sebagai objeknya, anak-anak panti, anak-anak di yayasan, anak-anak jalanan obyek pengabdian saya untuk negeri ini.
karena saya berfikir, anak-anak adalah aset masa depan, jika pednidikan moral anak sekarang sudah sedikit melenceng dari yang sebenarnya, nah inilah bagamana kita pemuda untuk sedikit demi sedikit memperbaiki moral anak-anak, karena anak-anak dengan mudah menerima informasi tanpa berfikir efek kebelakangnya,
kini saya mulai belajar untuk mengerti dan memahami apa yang harus saya lakukan untuk negeriku, kini sudah cukup untuk berdiam dan terus mengamati apa yang sebenarnya terjadi. kini saatnya untuk melangkah
kini kian pasti dalam satu tujuan demi sebuah pengabdian untuk indonesiaku. dengan menjadi pengajar dan calon dokter hewan pengabdianku untuk negeri dimulai, cara yang sederhana memang namun sangat berarti bagi saya,
dan proses demi proses ini akan selalu saya lalui demi meraih pencapaian tertinggi dalam hidup ini, dana nak-anak.
akan ku jadikan keduanya menyatu dalam jiwaku (anak-anak dan veteriner)
bukan ambisi tapi mimpi, mimpi supaya sang penerus peradaban memiliki integritas yang tinggi :)
sudah kah kita bermanfaat untuk keluarga, dan orang lain??
terimakasih

Komentar
Posting Komentar