Langsung ke konten utama

kodrat

kebiasaan ku dari dulu sampai sekarang memang tak berubah.

kalau ke toko eiger atau toko petualangan mesti mata ini langsung ijo, pingin beli ini itu,,
tas carrier, daypack, sepatu gunung, cover, jaket, dll,,,
sering juga di tanya sama mbak-mbak penjaga toko
''mba beli apa?
''sendal mba,''
'' untuk siapa mba? masnya? atau temannya?''
''ya untuk saya mbak,''jawabku
mungkin rada aneh kali ya, kalau ada cewek jilbaban, rok lebar, sepatu cewek (habis pulang koass sih jadi penampilan masih rapi) pergi ke toko eiger :D
 hedeh -___-
selanjutnya
belanja bulanan, biasanya awal bulan aku dan adek belanja bulanan, ya beli-beli yang udah habis, misal gula, kopi, makanan ringan, beras, sabun cuci, sabun mandi, dll
nah waktu memilih ini ni mesti kalap, pingin beli ini itu, tapi kembali lagi ''manajemen uang''
milih barang yang murah, misalnya, kita bandingin harga sabun cuci piring, sunlight, mama lime dll, mana yang murah itu yang di ambil, tapi juga memikirkan kualitas juga, kalau kualitasnya ga jauh beda ya mending beli yang murah.
terus,
gramedia, toko buku, ini juga yang bikin kalap,,, oh menn ga bis aliat buku bagus,,, kalau liat kantong jadi mikir-mikir lagi, kadang pending beli bukunya untuk kebutuhan lain

apalagi kalau udah ke kitchen set, barang-barang rumah tangga,, duh kalap nih mata pingin beli, barang2 itu,,, tapi buat apa, belum bekerja, belum berumah tangga, jadi ya cuma lihat harga magic jar, blander, gelas-gelas unik dll hhehe ya kan biar tau jadi nati klo udah berumah tangga ya biar bisa estimasi dana :D

kalau ke mall, kalau suruh milih tempat belanja, saya lebih suka ke bagian barang-barang rumah tangga, toko buku dari pada bagian baju dan sepatu :D

ke pasar, huhuhu ini ni yng bikin kantong kering, liat sayur-sayur warna-warni seneng bangetttt,,, beli ini itu, tapi kadang numpuk di kulkas sampek kering.

oia tadi aku ma puput pergi jalan-jalan, dijalan liat mobil alphart,
ku bilang ke puput '' alphart put, mahal, tapi biasa wae''
dia bilang ''fortuner lebih bagus sil, aku lebih suka itu, pingin itu''
ku jawab '' wooo sama put, aku yo suka fortuner, x-trail atau pajero sport, keren gitu lho, macho n gede''
puput bilang ''iyo biar kuar buat jalan-jalan ke gunung hahaha''

sesuka-sukanya, segila-gilanya, sepencilakannya cewek naek gunung, travelling tetep saja naluri seorang perempuannya muncul juga
sudah kodratnya :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...