Langsung ke konten utama

untuk pemimpin kecilku

Bismillah, 

''caraku untuk masa depan pemimpin kecilku''

siapa yang tidak bangga jika anaknya suatu kelak menjadi seorang pemimpin, pasti semua ibu akan bangga dengan anak yang telah lahir dari rahimnya.
saya memposisikan di tulisan ini sebagai calon ibu,
menurut saya masa depan anak tergantung bagaimana pendidikan di keluarga. dan ibulah yang menjadi tolak ukur pendidikan dalam keluarga. 
menjadi seorang calon ibu haruslah dipersiapkan sejak dini, dan  inilah beberapa rencana saya untuk menyiapkan diri menjadi ibu dan  menyiapkan datangnya pemimpin kecilku 
1. olahraga.
fungsi dari olahraga dapat menjaga kesehatan tubuh ini. seiring berjalannya waktu, saya mulai sadar bahwa olahraga penting bagi tubuh, dapat menjadga keseimbangan hormonal, dimana hormonal wanita berpengaruh dalam sistem reproduksi.
selain itu juga, olahraga dapat membantu mempermudah kontraksi ketika perempuan melahirkan, menjaga kekuatan rahim, dan sistem hormonal. 
menurut saya percuma kalau olahraga hanya ketika hamil, efeknya kurang saat melahirkan, lebih baik dimulai dari sekarang agar nanti ketika melahirkan lebih mudah dan resiko untuk caesar sangat kecil.

2. menjaga rahim kita
jangan kebanyakan makanan yang instan (junk food), penyedap rasa, 
kenapa makanan? karena makanan jika dimakan akan masuk kedalam perut, dan rahim kita ada dalam perut. rahim kita adalah tempat kehidupan pertama untuk anak kita, dia hidup dan tumbuh selama 9 bulan di rahim ini. bisa difikirkan bahwa makanan yang tidak baik masuk ke dalam perut, dapat merusak rumah pertama anak kita. ya itu sih analogi saya. mengkonsumsi buah-buahan baik nutrisi tubuh ini. jika tubuh ini sehat maka kita dapat mendampingin pertumbuhan anak-anak kita nantinya, 

3. berbagi dengan anak-anak, menjadi salah satu caraku untuk menyiapkan diri, karena berbagi dengan anak-anak dapat membuka wawasan, pengalamanku tentang dunia anak, masing-masing anak mempunyai karakter yang berbeda, bagaimana berkomunikasi, bagaimana memberikan ide, motivasi, dan memberikan inspirasi kepada mereka, nah kita perlu belajar mulai saat ini. 

4. belajar memasak, iya.. hal ini lah yang bagi saya juga penting, masakan yang sehat adalah masakan rumah, sejak saat ini lah kita bisa belajar untuk membuat resep-resep dengan nilai gizi yang baik dan sehat untuk di sajikan pada mereka. tidak usah menunggu nanti, lebih baik menyiapkan dan belajar dari sekarang.  

5. tidak lupa selalu menambah hafalan surah-surah di Alquran. difikir saja ya, jika nanti sudah menjadi ibu muda, pastinya kita yang harus mengajarkannya hafalan doa, dan surah-surah pendek, bagaimana kita bisa mendidik jika kita tidak belajar sebelumnya. apakah harus ada guru les,,, oh tidak-tidak, saya akan mendidiknya dengan belaian dan tangan saya sendiri, ini adalah anak saya. :)
pendidikan spiritual sangat lah penting, karena pendidikan agama dan moral adalah tolak ukur bagaimana menjadi pemimpin generasi masa depan. 

6. bangun lebih awal di pagi hari, ini adalah cara saya mempersiakan diri menjadi seorang ibu, suatu saat nanti seorang ibu harus bangun lebih awal, karena harus menyiapkan makanan untuk sarapan, menyiapkan segala keperluan anak-anak sebelum berangkat sekolah. kalau tidak dari sekarang terus kapan lagi?... 

7. belajar memanage uang. kodrat perempuan memang belanja, tapi bagaimana cara kita dapat memanage uang seminimal mungkin untuk kebutuhan-kebutuhan. sejak saat ini bisa belajar untuk mengelola, barang yang tidak penting tidak usah di beli, harus ada sistem pemilihan antara penting- tidak penting-dan ditunda. 

karena seorang ibu bertanggung jawab untuk masa depan anak-anaknya serta ibu adalah suri tauladan bagi anak-anaknya.
ini cara ku, bagaimana caramu??? 
:))

semoga bermanfaat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...