Langsung ke konten utama

Biasa aja sih

beberapa hari ini lagi berkumpul keluarga di rumah, biasalah, lagi libur panjang dan liburan anak sekolah. 
nah ada beberapa pernyataan-pernyataan dari budhe dan tante saat dirumah untuk ku...

misal :
ibu : '' ayo temenin ibu belanja mbak, lagi banyak diskon kan?''
aku : '' hmmm...kalau aku ga ikut piye bu? kan ada tante dan ine yang nemenin''
tante : '' kmu iku cewek / cowok to sil, di ajak shoping kok ga mau?''
dan akhirnya pun aku ikut mengantarkan saja, nunggu di mobil sambil baca buku, 
apalagi sama tante belanjanya, haduh,,, capek kaki ini muter-muter. pilih sana pilih sini, dan akhirnya ya itu yang dibeli, 

lagi ini,
budhe : ''tiap keluar rumah mesti pake rok sil?''
aku :'' ngih budhe,''
budhe : '' ga gaul sil, masa pake rok terus''
aku : ''senyum'' 

lagi ini 
feby (sepupu)
feby : ''mba silvi ini jilbabnya kuno, kayak taplak meja, ganti model lah mbak, taun berapa ini, mau 2014 gitu mulu, aku ga pernah liat mba silvi pake yang hijab2 kyk model skg''
aku : ''ah ribet feb, males, gini aja lebih simple dan sederhana''
feby : ''ini juga simple kok mba pakainya''
aku : '' udah ah, kamu kalau mau pake itu ya monggo, aku pake ini aja :D''

terkadang kita tak harus mengikuti jaman, 
kalau belanja ya seperlunya saja, aku mikirnya, ya ngapain belanja kalau kita masih belum perlu, buang-buang duit, mending di save untuk kebutuhan lain.
kalau beli boleh milih-,ilih, tapi milih ya langsung ke tujuan dan beli, pulang.. ngak muter sana sini. 

rok? hahaha... enak sih pake rok, udah jadi kebiasaan, kalau pake celana malah berasa aneh, 
pernah juga kok pake celana, kalau memang urgent...
ya ini style ku...

jilbab, oh men.. jilbab gue di bilang kuno men... hahaha... aku sih ga marah, biasa aja, 
menurutku, berjilbab yang penting sesuai syari, tak menyalahi aturan yang terltulis di Al quran. nyaman. ga ribet, Allah suka yang bersederhana, ga berlebih-lebihan..

okay... gitu aja sih,, biasa aja sih... hehee
tak usah memikirkan kata orang, menjadi diri sendiri jauh lebih baik, 
yang terpenting tak menyalahi aturan agama dan aturan moral. 
dan pastinya, aku ga mau tergerus oleh jaman :D
ya ada lah kapan waktunya kita mengikuti era globalisasi, dan kapan waktunya tetap dengan pendirian kita 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...