pagi itu saya disibukkan dengan keriwehan laporan dan ujian.
tiba-tiba hp saya berbunyi, kuambil lah dan kuangkat telpon itu,
yang telpon ternyata rani, dia adalah salah satu stafku ketika masih aktif di sebuah komunitas kepemudaan di kota malang. dia kuliah di universitas muhammadiyah malang.
pembicaraanpun dimulai dengan basa-basi.
maklumlah, aku sudah lama tak berkomunikasi dengan dia semenjak koass ini.
rani : ''assalamualaykum, mba silvi gimana kabarnya?''
aku: '' alhamdulillah, masih diberi berkah dan nikmatNya, kamu gimana dek, sekarang sibuk apa? udah lulus kan ya? ku berondong dia dengan pertanyaanku supaya cepet selesai, karena aku masih bingung dengan laporanku ini, hehe
rani :'' iya alhamdulillah mba, luarbiasa, lagi sibuk di rumah aja mba, sabtu kemarin baru di wisuda, oia mba, mba sibuk ga hari ini?
aku :'' iya dek, aku masih mau ke kampus, ada apa ya?
rani :''oh ya udah kalau gitu kiranya mba ada waktu kapan ya, aku mau bersilaturahmi ke rumahnya mba silvi''
aku : ''nanti habis maghrib aja dek, aku udah di rumah kok, okee, gimana?''
rani : '' oke mba, sampek ketemu nanti sore ya, maaf mengganggu waktunya.''
aku : '' siappp,,, ditunggu''
rani : '' ya udah mba ya, selamat beraktivitas, assalamualaykum''
aku : ''walaykumsalam''
aktivitasku pun ku mulai kembali sampai sore, dan senja pun tlah datang,
beberapa menit setelah aku sholat maghrib, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, langsung ku buka dan ternyata rani,
dengan pelukan lama karena sudah lama tak bercumpa, dia datang bersama adeknya.
teh dan camilan sudah kusiapkan untuk dia di meja,
percakapanpun ke sana kemari,
tiba-tiba rani bilang : '' mba sebenrenya tujuan aku kesini selain silaturahmi juga ingin mengantarkan ini'' sambil mengulurkan sebuat kertas undangan kepadaku,
ku terimalah undangan itu, dan kaget ketika kubuka ada sebuah nama yang aku kenal, dia adalah rani,
aku : '' ran, ini beneran kamu mau nikah bentar lagi, subhanallah, barakallah ya?'' sambil kupedang tangannya kemudian kupeluk dia.
antara kaget, bahagia sekaligus sedih,,,, haha,, kaget karena dia bentar lagi menikah padahal baru kemarin2 cerita2, bahagia karena akhirnya dia menemukan pangeran hidupnya, sedih karena aku yang umurnya lebih tua daripada dia belum menikah hahahaha
rani : iya mba beneran ini, makasih ya mba, dulu selalu menjadi tempat curhatku dan memberiku petuah, dan motivasi kepadaku, ga akan pernah aku lupakan pesan-pesan dari mba''
nah mari bercerita,
aku juga lupa kalau aku pernah memberi pesan-pesan ketika dia lagi galau,,,hehe
begini ceritanya, dia dan aku dulu ketika masih aktif di komunitas akrab sekali, apapun masalah dia, dia selalu cerita kepadaku, dia 1 tahun lebih muda dariku.
aku juga lupa kalau aku pernah memberi pesan-pesan ketika dia lagi galau,,,hehe
begini ceritanya, dia dan aku dulu ketika masih aktif di komunitas akrab sekali, apapun masalah dia, dia selalu cerita kepadaku, dia 1 tahun lebih muda dariku.
dia pun mulai bercerita tentang apa yang pernah aku bilang kepadanya.
seingat aku dulu dia memang pernah bilang kalau ingin menikah muda, dan dia mengajak pacarnya untuk segera menikahinya, tetapi si pacar belum siap dan belum mau, nunggu kerja mapan dulu.
klo ga salah, si pacar ini 2 tahun di atasnya.
ku bilang pada rani. ya udah dek, apa kamu mau terusin?
menurutku, laki-laki yang berniat serius dia yang tidak mengajakmu pacaran saja, tapi komitmen untuk menikah, mengajakmu menikah, coba tanyakan kepada dia, kapan target untuk menikahimu,
dan si rani ini bilang ''belum jelas mba, katanya nunggu mapan''
aku ''iya mapannya kapan? 1/2/3/4 tahun lagi?''
rani :''belum jelas juga mba, ngambang mba''
dan si rani ini bilang ''belum jelas mba, katanya nunggu mapan''
aku ''iya mapannya kapan? 1/2/3/4 tahun lagi?''
rani :''belum jelas juga mba, ngambang mba''
dia pernah galau, apa dia mau mutusin cowoknya atau ngak,
dan aku bilang, semua keputusan ada di kamu dek, pesen mbak ya,,, hari-hari kita penuh dengan dosa, apakah akan di tambah dengan dosa pacaran? bayangkan saja dek, kalau kamu ke masjid sama pacarmu... yang kamu fikirin kan cepat segera keluar masjid untuk menemui pacarmu, intensitas waktumu untuk Allah jadi berkurang. cobalah meminta pendapat sama Allah, dekati Dia, nanti kamu akan menemukan jawabannya.
selang beberapa minggu kemudian dia bilang saat bertemu denganku,
mba aku sudah putus sama dia, pesen mba nancep di otakku dan beberapa buku yang mba rekomendasiin. kemudian dia cerita banyak tentang kegalauannya.
rani bilang, dulu aku pernah bilang kepadanya,
sabar ya dek, ikhlaskan saja, nanti akan diganti Allah yang lebih baik lagi,
jangan pernah bersedih hanya karena seseorang, bersedihlah karena Allah jauh dari kita,
dekati dia, sedekat-dekatnya, banyak sedekah, perbaiki hubungan dengan ibu dan bapak.
sedih itu wajar dek, pasti lah ya, dia bersamamu lama, hampir 4 tahun,
sibukkan dirimu ke hal yang psoitif, kalau ingat dia, langsung ambil air wudhu dan baca Al Quran, atau ke mana pun yang bisa membuatmu ga sedih lagi.
kamu ga bakal bisa melupakannya, karena dia sudah ada di memorimu, dia ada dalam sejarah masa lalumu,
semakin ingin kamu melupakan, dia muncul kembali, nah,,, mending alihkan fikiranmu ke kegiatan positif, lama-lama bayangan dia di fikiranmu akan hilang, selalu berdoa aja...lama-lama juga rasa sedih akan hilang,, coba sampai 1 bulan,.
kamu akan kembali seperti rani yang mba silvi kenal,
DIA memberikan masalah dan ujian seperti ini berati kamu luar biasa, kamu pasti bisa melaluinya, karena Allah memberi ujian pada hambaNya, sesuai kapasitasnya,
dan mba yakin kamu pasti bisa, dekati orangtua dan fokus dengan kuliah dan kegiatan-kegiatan positif,
ini sudah jalan kehidupan yang harus dilalui, berhusnuzon lah kepada NYA,
pasti di depan sana ada sesuatu yang indah yang akan ALLAH berikan kepadamu.
kalau tentang jodoh, mba cuma bisa ngasih pesen,
memperbaiki diri, ya ayo mari sama-sama memperbaiki diri, mba juga masih memperbaiki diri kok, kalau sudah saatnya jodoh datang pasti dia kan datang,
Jodoh rahasia illahi, dan yakinlah pasti allah akan memberi jodoh yang terbaik untuk kita di waktu yang tepat, dan kita juga sudah siap.
jemputlah dengan memperbaiki diri, memantaskan diri, banyakin sedekah, banyak bantuin orang lain, doa-doa dan restu orang tua,
tenang, pangeranmu pasti akan datang....janji allah pasti kok :))
setelah rani bercerita, flashback apa yang pernah saya sampaikan ke dia, saya sadar, dan ternyata dia mengingat detail apa yang pernah saya utarakan kepadanya,,
sejujurnya,saya juga agak-agak lupa, apa saja yang saya sampaikan ke rani,rani bilang, dulu aku pernah bilang kepadanya,
sabar ya dek, ikhlaskan saja, nanti akan diganti Allah yang lebih baik lagi,
jangan pernah bersedih hanya karena seseorang, bersedihlah karena Allah jauh dari kita,
dekati dia, sedekat-dekatnya, banyak sedekah, perbaiki hubungan dengan ibu dan bapak.
sedih itu wajar dek, pasti lah ya, dia bersamamu lama, hampir 4 tahun,
sibukkan dirimu ke hal yang psoitif, kalau ingat dia, langsung ambil air wudhu dan baca Al Quran, atau ke mana pun yang bisa membuatmu ga sedih lagi.
kamu ga bakal bisa melupakannya, karena dia sudah ada di memorimu, dia ada dalam sejarah masa lalumu,
semakin ingin kamu melupakan, dia muncul kembali, nah,,, mending alihkan fikiranmu ke kegiatan positif, lama-lama bayangan dia di fikiranmu akan hilang, selalu berdoa aja...lama-lama juga rasa sedih akan hilang,, coba sampai 1 bulan,.
kamu akan kembali seperti rani yang mba silvi kenal,
dan mba yakin kamu pasti bisa, dekati orangtua dan fokus dengan kuliah dan kegiatan-kegiatan positif,
ini sudah jalan kehidupan yang harus dilalui, berhusnuzon lah kepada NYA,
pasti di depan sana ada sesuatu yang indah yang akan ALLAH berikan kepadamu.
hanya allah sebagai penyembuhnya,, hatimu milikNYA, berdoalah kepada pemilik hatimu,
baiklah. menangislah skrg, tumpahkan airmatamu di atas sajadah dan besok bangkit ya. cukup hari ini
biarlah Allah yg mengobati luka hari lalu. Allah yg memudahkan kebaikan hari ini. hanya Allah yg kan menjawab rencana indah kita dihari esok
memperbaiki diri, ya ayo mari sama-sama memperbaiki diri, mba juga masih memperbaiki diri kok, kalau sudah saatnya jodoh datang pasti dia kan datang,
Jodoh rahasia illahi, dan yakinlah pasti allah akan memberi jodoh yang terbaik untuk kita di waktu yang tepat, dan kita juga sudah siap.
jemputlah dengan memperbaiki diri, memantaskan diri, banyakin sedekah, banyak bantuin orang lain, doa-doa dan restu orang tua,
tenang, pangeranmu pasti akan datang....janji allah pasti kok :))
setelah rani bercerita, flashback apa yang pernah saya sampaikan ke dia, saya sadar, dan ternyata dia mengingat detail apa yang pernah saya utarakan kepadanya,,
tapi ini menjadi cambukan buat saya pribadi untuk terus memperbaiki diri, apa yang telah saya sampaikan kepada orang lain, akan menjadi pesan untuk saya pribadi, untuk diri saya sendiri,
pernikahan bukan dilihat dari usianya, tapi dari kesiapan satu sama yang lain.
dan dek rani sudah siap menurut Allah, dia sudah akan dipertemukan dengan jodohnya,
Alhamdulillah
terimakasih ya rani, dengan datangnya kamu, menjadi pengingat bagiku.
kemudian, dia bercerita tentang sesosok laki laki yang akan menjadi suaminya nanti,
intinya, dia nurut sama orangtuanya, dia dijodohkan oleh ayahnya,
dan ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya ketika di bangku SMA alias tetangganya sendiri,
kalau saya ceritakan juga di sini, makin panjang.....
intinya seperti itulah....
semoga bermanfaat untuk saya dan yang lainnya,
insyallah aamiin :)
Baarakallahu laku wabaraka ‘alaiyka wa jama’a baiynakuma fii khoir
selamat ya dek rani, maaf kan aku ga bisa hadir di pernikahanmu nanti, lagi koass di jkt,
doakan untuk mbak mu ini :))
*selasa, 17 Desember 2013
*selasa, 17 Desember 2013
Komentar
Posting Komentar