Langsung ke konten utama

perpisahan



teruntuk temen-temen, adek-adek ku semua yang mempunyai cerita yang sama dengan yang saya tulis. 
maaf sebelumnya kalau menyinggung. 
disini saya hanya sedikit share tentang pengalaman saya bersama adek-adek di bimbingan, adek-adek jalanan, adek adek panti yang cerita, curhat tentang masalah keluarganya kepada saya
saya tak akan menyebut nama siapapun di tulisan ini. 
----------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------
melihat kondisi anak-anak jaman sekarang yang kebanyakan polah, saya jadi penasaran, apa dasarnya? kenapa kok bisa jadi seperti ini, dan beruntungnya saya, merekalah yang terkadang datang kepada saya untuk cerita tentang permasalahannya. 

disini saya hanya membahas beberapa anak yang polahnya ga karu-karuan, ada yang pendiam, ada yang biasa saja dan setelah diselidiki dia berperilaku begitu dikarenakan permasalahan keluarga. entah itu perpisahan kedua orangtuanya, atau kedua orangtuanya sibuk dengan kariernya masing-masing, dan alasan yang lainnya.

saya disini akan sedikit berbagi hasil diskusi saya dengan mereka,
dilihat dari sudut pandang ''anak''. memang kasih sayang, perhatian dari orangtua sangat diperlukan untuk pembentukan kepribadian dan karakter seorang anak, apalagi jika anak masih dalam tahap pertumbuhan, umurnya masih labil. perhatian dari kedua orangtua sangatlah diperlukan.

umur labil yaitu umur dari 14-19 tahun. anak akan mencari jati dirinya, jika bukan orangtua yang memantau, mengarahkan, mendidik, terus siapa lagi? yaaa... itu tadi kenapa banyak anak broken home yang tingkahnya nakal, karena dia ingin mencari perhatian dari orangtuanya, biasanya pergi keluar rumah untuk mencari kenyamanan dan kebahagiaan yang tidak didapat di dalam rumah, dan beberapa anak yang kedua orangtuanya ada, tapi sibuk dengan kerjaannya masing-masing sehingga tak ada waktu untuk berkumpul dengan anak-anaknya, itu juga salah satu sebab anak-anak bertingkah polah.

yang pertama akan saya bahas yaitu perpisahaan orangtua, 
bisa dilihat dari sisi lain, ayah dan ibunya berpisah, dikarenakan tidak ada kecocokan di dalam rumah tangganya, kalau memang itu yang terbaik kenapa kita sebagai anak harus protes? dari pada di rumah tiap hari harus mendengarkan pertengkaran mereka, atau diam-diaman, rumah jadi ga nyaman.

memang awalnya si anak pasti sedih lah ya, namanya juga kedua orangtuannya berpisah, tapi kalau di fikir-fikir ya tak apa lah, mungkin mereka belum jodoh, mungkin mereka lebih baik berpisah, mereka (orangtua) pasti sudah berfikir panjang untuk memutuskan suatu hal yang besar. dan alasan ''lain-lain'' itu yang mungkin kita tidak tau. tidak semua urusan orangtua, si anak harus tau. 

memang ada beberapa anak yang nakal karena alasan broken home,
banyak sekali beban psikis yang ditempa anak-anak broken home
saya sering mendengar ucapan orang seperti ini : 
''pantesan nakal, orangtuanya pisah''
''anak-anak broken home anak-anak yang kurang kasih sayang, kasian ya''
''kedua orangtuanya cerai, aduh, aku pikir-pikir dulu lah menjalin hubungan sama dia''
dan blaaa..blaaaa..... blaaaa masih banyak lagi anggapan anggapan miring yang pernah saya dengar dari teman, adek-adek bimbingan maupun lingkungan sekitar. 
kasihan juga sih melihat keadaan dan kondisi mereka, tekanan psikis pasti ada dari lingkungan sekitar, 

terkadang saya berfikir....
apakah anak yang orangtuanya tidak berisah dan keluarganya utuh tidak bisa nakal atau berpolah? 
apakah anak yang broken home tidak bisa hidup layak dan hidup sukses sebagai orang yang sempurna?
ahhh... pandangan orang memang banyak, ada positif dan ada negatif. 
sabar ya adek-adek, teman-teman yang nasibnya sama dengan yang saya utarakan di atas tadi.
buat adek- adek, temen temen yang orang tuanya berpisah, ayo lah kita berfikir lebih luas, open minded, 
dunia ga bakal hancur karena perpisahan orangtua kalian, mengertilah kondisi orangtua kalian, berjalanlah ke arah yang lebih baik dan positif, ambil positifnya saja, 
mungkin dengan berpisah kalian punya dua rumah, bisa ke rumah ibu ataupun ke rumah bapak, enak kan,,,
jadi kan bisa wira-wiri sesuka hati, 
alasan kurang dapat perhatian dari orang tua????

mereka tetaplah orangtua kalian, harus hargai itu, mau marah sama ibu? dosa lho.. ibu yang mengandung kita 9 bulan 10 hari, ibu yang pagi, siang, malam ada untuk kita saat bayi, menyusui kita, merawat kita, kalau kita terbangun malam hari, ibulah yang ada disamping kita. iya atau ngak??
mau minta mainan, minta uang beli ini itu,,, kalian minta sama siapa? sama bapak kan?
apapun yang terjadi tetaplah ibu dan bapak kalian itu adalah orang yang paling luar biasa dan sangat berarti bagi kalian.

g ada mereka, kita juga ga ada di dunia ini.
mau sampai kapan kalian semua merasa down, sendiri, g ada teman, seolah-olah menjadi orang yang paling menderita, menyalahkan Tuhan,
ayo lah.. wake up, jangan buang sia-sia waktu yang kalian miliki, hidup cuma sekali, raihlah impian-impian kalian, buat hidupmu lebih berarti daripada cuma mengeluh atas apa yang telah terjadi. mungkin dengan hidup seperti ini ada hal yang lebih indah dan penuh makna yang di sembunyikan Nya, 

ayo bergerak, buktikan pada diri sendiri kalau kamu punya arti dalam hidup ini. kita diciptakan Tuhan pasti ada manfaat dan artinya. jangan sia-siakan itu.
segera bangkit dan jangan terlarut dalam kelemahan karena jika terus merasa lemah yang mendalam maka akan terjatuh, sekali terjatuh, maka akan tertinggal. maka untuk tidak menjadi seperti itu, bangkitlah dari jeritan jeritan lemah.

mari kita melihat, melihat orang yang lebih tidak beruntung daripada kalian, dari situ kita bisa bersyukur, lihatlah orang-orang sukses dari itu kita akan semangat, lihatlah dan renungkanlah, hidup ini cuma sekali rugi kalau disia-siakan, buat orang sekitar kita bahagia, tunjukkan kalau kalian anak-anak bisa memaknai hidupp di masa depan.

setiap dari kita juga tidak ingin mendapat ujian atau cobaan seperti ini. setiap orang mempunyai perjalanan hidup masing-masing, dan ini adalah hidup yang telah di tulis Nya.

diterima saja dengan ikhlas, setiap manusia mempunyai jalan dan garis tangan masing-masing, mungkin ini adalah jalan bagi kita semua untuk menjadi manusia yang kuat, tegar dan lebih baik lagi.

jadi belajarlah dewasa dalam menghadapi masalah selesaikanlah dengan hal-hal positif, karena masih banyak cara positif yang bisa dilakukan, misalnya tunjukkan kepada orangtua mu tentang prestasi-prestasi mu disekolah mungkin hal ini bisa menjadi cara agar orangtua mu lebih baik kepada mu, sayang, perhatian, dll. Sehingga merubah pola pikirnya, buat orang tua mu berkata ternyata anak ku ini bisa buat ku bangga, menyesal selama ini aku telah menyia-nyiakannya. 

Jadi kita bukan hanya mendapatkan kasih, sayang, perhatian, dll tetapi juga dampak positif dari hal positif tadi, berbeda dengan melakukan hal negatif yang berdampak negatif pula terhadap diri kita sendiri.

yang terpenting menjaga komunikasi ke ayah dan ke ibu kalian, jangan memihak atau memilih salah satu saja, bersikaplah adil, karena apapun yang sudah terjadi mereka berdua adalah orang tua kita,
kalau bisa jadilah jembatan untuk bapak ibumu, mungkin dengan begitu bisa menyatukan kembali hubungan mereka yang sudah renggang.
jalani, nikmati dan syukuri saja ya ^_^

semangat buat teman-teman, adek-adek dibimbingan dan semua adek-adekku anak jalanan maupun anak panti.... 
Goodluck

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...