Langsung ke konten utama

Dilema haha

Petang ini entah kenapa saya jadi teringat tentang bagaimana nasib saya di tahun depan, di masa depan yang sudah memasuki gerbang ‘kegalauan’ kalau kata anak alay zaman sekarang.

Kenapa galau? ya itu, banyak pertanyaan dari banyak orang yang belum bisa ku jawab dengan jelas. jawabanku mengambang, contohnya? kapan lulus? setelah lulus mau ngapain? lanjut S.2 atau nikah atau kerja?, kalau kerja mau kerja dimana? pinginnya kerja di mana? oh my God,,,dibrondong pertanyaan segitu banyak tapi aku tak bisa menjawab detail, :) tapi kalau masalah lulus aku masih bisa menjawab lantang, yang lain itu lho yang masih ngambang... hehe

jadi teringat pertanyaan mbak ku, mba rina, dia sekarang tugas di medan bersama anak dan suaminya, biasa kami komunikasi lewat telpon saja, nah yang selalu di tanyaakan adalah.''dek, kapan kamu lulusnya? kok kayaknya lama banget ya? setelah lulus mau kemana, hayoo jangan lama-lama lho, kalo bisa habis lulus nikah aja dulu, baru nanti cari kerja, ingat umur'' ya tuhan aku sampek bosen dengerinnya, tapi aku cuma batin dalam hati aja sih. 

hah! entahlah, pertanyaan-pertanyaan itu terlontar semenjak aku lulus S.1, alias S.KH, entah pertanyaan apalagi yang akan aku terima hingga aku malu karena tak bisa menjawab itu,,, hehe
dan sekarang aku sudah membayangkan pertanyaan-pertanyaan terkait masa depan, setelah lulus mau kemana? terus nikah? nikah kapan? mau dicariin yang kyk gimna? nikahnya mau dimana? bla bla blaaaaaa...
kemudian kalau sudah menikah pun, pertanyaan berlanjut,, kapan mau punya anak? laki laki atau perempuan? mau dikasih nama sapa? setelah punya anak lanjut pertannyaanya... sekolah dimana? anakmu gimna? deesssteee.....

hahaha ya sudah lah, semakin dilema saja apabila itu dilalui oleh orang yang memang sudah dasarnya sering terjangkit kegalauan, :D
kalau diriku mungkin kadang galau, tapi menurut pribadiku sendiri, galau bagus kok asal gak galau terus, asal cepet move on dan mencari solusi atas kegalaun itu, galau itu wajar, sebagai proses pendewasaan sekaligus pembelajaran. 

jadi jawaban sekaligus hikmahnya adalah Tulislah semua target hidup, VISI&MISI hidup sedetail mungkin, bila perlu, bawa kemanapun pergi, tempel di kamar dimana itu adalah tempat yang setiap hari kita lihat, sehingga kita bisa mengingatnya terus, dengan mengingat, mendapat motivasi untuk meraihnya. jadi kita terus merasa terancam dan tidak tenang kalau tergetan itu belum tercapai. 

Eits...tapi perlu diingat, manusia hanya bisa berencana, teteeep ALLAH yang menentukan segalanya. Kuncinya adalah...  BERUSAHA DAN BERDOA! JUST IT IS, learning by doing brooo hehee
Allah dulu, Allah lagi, Allah terus, jangan lupa selalu minta ridho pada ibu dan bapak.
semangattt.... 

^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duniaku

Tak tau mengapa aku senang bersama anak-anak, kalo bersama mereka rasanya hati senang, bercanda tawa bersama mereka, tapi kadang juga jengkel ngadepin anak-anak yang susah diatur, tenggorokan rasanya kering. Nah di rumah kebetulan aku membuka tempat belajar buat anak-anak yang mau belajar, saat pertama buka yang mau duluan adalah 3 bersaudara bila, yepta, dan tasya, kemudian bertambah rico, doni, dan afre, setelah beberapa hari kemudian, bertambah fandi, diva, ananta, dan rasya, mereka semua mempunyai latarbelakang pendidikan dan keluarga, dan karakter belajar yang berbeda-beda. Tapi yang menyamakan mereka adalah sama-sama bersemangat untuk belajar Bila, yepta, dan tasya adalah 3 bersaudara yang tinggal di dpn rumahku, mereka hanya tinggal bertiga di rumahnya, karena ayahnya bekerja di Surabaya, dan ibunya pergi entah kemana setelah meninggalkan hutang yang begitu banyak. Bila berumur 10 tahun dan duduk di banggu kelas 4 SD, yepta berumur 7 tahun dan kelas 1 SD sedangkan kakak...

Mengapa memilih Turki?

Turki, adalah salah satu negara impian yang ingin saya kunjungi selain Saudi Arabia (Mekkah, madinah). Nah, ini saya coba utarakan alasan mengapa saya sangat suka dengan negara ini,  banyak orang bertanya... ''lho kok Turki? apa yang menarik dari Turki?'' ''kenapa mesti turki? kok ga australia, eropa?'' sejak masih SMA saya memang sudah suka dengan negara satu ini, awalnya tertarik karena melihat acara travelling yang kebetulan berada di Turki, kemudian membaca novel Kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy), betapa indahnya beliau mendeskripsikan tentang Timur Tengah, seakan-akan aku sedang berada di sana, menjelajahi setiap sudut yang ia ceritakan. saya tidak tau Turki, yang saya tau Konstantinopel, saya jatuh cinta pada kota ini… bukan pada Turki (saat itu). Setelah tau ternyata Konstantinopel berganti nama jadi Istanbul dan itu terletak di Turki, saya jadi makin suka Turki. Entah kenapa, pokoknya suka Turki titik. Hanya itu… tidak lebih. Al...

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...