Langsung ke konten utama

''Rangga''

''Rangga'' itulah nama seorang tokoh di novel 99 cahaya di langit eropa, tak menyangka, aku jatuh hati pada karakter rangga ini. 
setelah membaca dan melihat filmnya, semakin aku mengidamkann pangeran pendamping hidupku seperti rangga, 

Rangga yang tak pernah memaksa sang istri, di novel ini, sebenernya rangga ingin istrinya berjilbab, tapi dia tak memaksa dengan kasar ''kamu harus berjilbab'' tapi dengan cara lain, dengan sindiran-sindiran yang halus, selalu membimbing istrinya untuk selalu mencintai islam. 

Rangga seorang yang mengerti agama, tidak gampang emosi, dikisahkan di novel ini dia selalu menanggapi temannya yang terkadang mengolok-olok agamanya dengan tenang dan tidak kasar, 
bisa menjawab pertanyaan temannya(stefen) terkait agama dengan candaan tapi penuh bermakna sehingga membuat temannya (stefen) menjadi berfikir sesuai logika. 

Rangga seorang yang cerdas dan berpendidikan, dia mendapat beasiswa S.3 di Austria, membawa sang istri untuk diboyong mendampingi dia menempuh studi, 

Rangga seorang laki-laki lembut dan pengertian, dia tau apa yang diinginkan istrinya, kebiasaan-kebiasaan istrinya, contohnya, sang istri suka jalan-jalan, dia tak marah atau menegur sang istri, lembut memperlakukan sang istri, pelukan, dan kasih sayangnya itu lhoooo,,,, ^_^

wahai pangeranku dimanapun kau berada yang sekarang mungkin lagi melewati jalan makadam menuju rumahku, semoga kamu seperti rangga, kalaupun ga seperti rangga ya mirip-mirip lah, bawa aku pergi berpetualang, kamu belajar saja di eropa, dan aku berpetualang :)) #egois sekali ya jadi istri hehe
atau kalau ngak, kau pangeranku, kau yang suka jalan-jalan, jadi traveling bersama 
suatu kalimat yang pernah aku baca "A couple who travel together, grow together."

tenang saja, aku disini selalu setia menantimu,
baik-baik ya dalam perjalanan.
siapa dirimu? hanya ALLAH yang tau, aku selalu berdoa untukmu kepada ALLAH semoga kita segera dipertemukan
Pangeranku, ranggaku :))


Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...