Langsung ke konten utama

Mudahkanlah

Alhamdulillah hari ini aku diijinkan Allah untuk mengambil hikmah dibalik setiap keadaan, 
ceritanya lagi jalan bersama seorang sahabat, sewaktu berjalan di tepi trotoar kami melihat seorang kakek, beliau berjualan kacang rebus di trotoar tersebut, aku terus berjalan melewatinya, tapi entah apa yang terjadi kaki ini tiba-tiba berhenti melangkah, kemudian langsung menoleh balik ke belakang, 

''kenapa berhenti sil? ayo kita beli kacang, aku tau apa yang membuatmu berhenti'' kata seorang sahabat, 
''tapi aku ga ingin makan kacang, terus gimana?'' jawabku
''udah ayo beli aja, niatin ibadah, sedekah cari pahala.'' sahut sahabatku, 
akhirnya pun aku dan sahabatku balik arah dan membeli kacang tersebut, 

yang terfikir olehku ketika itu ''ya Allah, kakek ini sudah renta, tapi masih berusaha mencari nafkah yang halal, tidak mau meminta-minta, anaknya kemana? harusnya beliau di rumah beristirahat, tidak malah berjualan sampai malam, doaku untuk beliau, Ya rabb, kuatkan raga dan jiwa beliau, lindungi, berkahi, rahmatilah, turunkanlah rezkimu kepada  beliau, bahagiakanlah kehidupannya didunia&akherat'' aamiin

semenjak saat itu setiap ada orang yang berjualan di jalan, dimanapun itu dan kelihatan orang tersebut memang sangat membutuhkan, aku selalu berfikir untuk membeli barang yang mereka jual, walau di rumah tidak tau untuk apa...beli saja, niatkan ibadah, niatkan bersedekah, mencari pahalanya. kata-kata dari sahabatku itulah yang selalu teringang dibenakku. 
bayangkan saja misalnya ada bapak-bapak yang berjualan sapu/ ember atau jual apapun jenis barangnya, apakah sudah terjual banyak atau belum, betapa capeknya beliau kepanasan di bawah terik matahari, kepanasan keliling dengan berjalan kaki, 
bayangkan anak-anak, istrinya di rumah menunggu rejeki yang di peroleh bapak penjual. 
ya Allah,,, 


dan tetiba aku teringat pesan ustad dalam kajian yang pernah aku ikuti
"Mudahkanlah urusan saudaramu, maka Allah akan memudahkan urusanmu''''Cintailah yang ada di Bumi, maka yang di 'Langit' akan mencintaimu."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...