melihat di TL twitter makin pusing, banyak pro dan kontra terkait memberi ''selamat natal'' pada saudara nasrani kita,
kalau di fikir-fikir kita kok malah yang ribut sendiri, padahal saudara-saudara nasrani kita diam saja, dan sedang nikmat beribadah...
ya sudahlah.... ga usah di buat perdebatan, yang terpenting saling menghargai dalam toleransi beragama.
perkara memberi selamat atau tidak, kalau menurut pribadi saya, saya tidak memberi kata ''selamat''
tapi saya hanya bercanda pada saudara saya ''wahhh natalan yaa,,, banyak rejeki ini, maap yaa aku ga ikut natalan,, haha, jangan lupa angpaunya lho''
saya pun notabennya mempunyai keluarga besar kristen dan katolik.
keluarga dari ibu, om, tante, pakde, bude, sepupu-sepupu dari ibu banyak yang kristen, dan semenjak eyang uti meninggal tahun 2012 lalu, perayaannya di rumah pakde, sudah jarang di rumah eyang, dan tahun ini ada di malang, sekaligus tahun baru,
nah loh, gimana tuh...
di sini, rumah ku yang notabennya beragama islam, kami berkumpul, bukan untuk merasaakan natal di rumahku, perayaann natalnya ya di gereja, ga d rumah, dan di rumah pun, bapak tak pernah mengijinkan om bawa pohon natal ataupun dekorasi-dekorasi natalnya. dan om tante, pakde mengerti kok,
hmmm... ya inilah perbedaan dalam keluargaku,
aku bisa merasakannya, kalau idul fitri ngumpul, natal pun juga ngumpul. sering kami di undang datang dalam perayaan natal di rumah oma, (adeknya eyang uti), ya kami datang untuk menghargai, berkumpul, niatkan silaturahmi, tapi saya tetep menjaga untuk tidak makan makanan yang disediakan, taku ada yang haram, jadi saya makan jamuan yang sekiranya tidak mengandung yang haram (buah-buahan, minuman)
kalau di tanya kenapa ga makan, saya selalu menjawab ''saya diet budhee,, eyang, sambil senyum'' dibuat becanda saja,
ya begitulah, bagaimana caranya kita aja untuk menjaga, ga usah pake otor, koar-koar ini itu, haduh itu malah membuat kejelekan pada diri sendiri.
oia, terkait akidah kami sudah sendiri-sendiri,
misal, aku tak mungkin buka jilbab di depan om, tante dan keluarga besar, walaupun mereka adalah om dan tanteku, karena didalam agamaku, kita tidak boleh memperlihatkan aurat kepada yang bukan mahram dan umat lain, walaupun itu keluarga kita, tidak mengucapkan selamat natal, mereka juga tau kok, aku adek adekku ga pernah mengucapkan ''selamat natal'' karena bagiku pribadi, itu berarti meyakini bahwa agama dia benar, dan membenarkan. padahal aku punya keyakinan sendiri.
bahwa islam adalah agama yang benar (surah ali imron)
tetapi saya di ajarkan bapak menghargai dengan cara memberi kado, memberi hadiah kepada sepupu-sepupu, niatkan saja bersedekah memberi, jadi di keluarga ku ga pernah ada pertengkaran karena agama,
kami bahagia hidup dalam perbedaan,
lakum dinukum waliyadin,
just sharing
Komentar
Posting Komentar