Langsung ke konten utama

Sholat

maaf sebelumnya, ini bukan tulisan saya, saya  hanya ingin berbagi, 
ini tulisan seorang teman di akun twitternya
dan saya sudah mendapat ijin darinya untuk menshare ini 

Bila kau anggap mengerjakan solat itu hanya sebagai penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya :) 
Bila kau anggap solat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya :) 
Anggaplah solat itu sebagai pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu... 
Anggaplah solat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Tuhanmu :) 
Anggaplah solat itu sebagai kondisi terbaik tuk kau berkeluh kesah dengan Tuhanmu :) 
Anggaplah solat itu sebagai tanda seriusnya kamu dalam bermimpi.. 
Bayangkanlah ketika azan berkumandang, tangannya Allah melambai-lambai didepanmu tuk mengajak kau lebih dekat dengan-Nya :) 
Bayangkan ketika sujud, Allah mengelus kepalamu, lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu "Aku mencintaimu hambaku"... 
Bayangkan ketika rukuk, Allah yang menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhan-Nya :) 
Bayangkan ketika kau takbir, Allah melihatmu, Allah senyum untukmu, dan Allah bangga terhadapmu :) 
Bayangkan ketika rukuk, Allah yang menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhan-Nya :) 
Bayangkan ketika sujud, Allah mengelus kepalamu, lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu "Aku mencintaimu hambaku" 
Bayangkan ketika kau duduk diantara dua sujud, Allah berdiri gagah didepanmu, lalu mengatakan "Aku tak akan diam bila ada yg mengusikmu 
Bayangkan ketika kau salam, Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu... 
Dari sana kau tak akan terburu-buru dalam solatmu. Kau selalu tak sabar dipertemukan dalam solat setelah kau mengerjakan solat :) 
Dari sana kau tak akan terburu-buru dalam solatmu. Kau selalu tak sabar dipertemukan dalam solat setelah kau mengerjakan solat :) 
Dari sana kau akan selalu rindu. Kau akan tak rela bila langsung meninggalkan tempat sujudmu.. 
Bisa jadi saat azan berkumandang kau akan menangis. Karena kau merasa Allah menantimu, Allah mau kau merapat dengannya lebih dekat :) 
Bisa jadi pas takbir pertama kau langsung menangis, kau merinding, karena pada saat itu kau bayangkan Allah melihat kau dengan senyuman :)

by : ori rabowo-jogja

semoga bermanfaat, mari kita renungkan dan kita laksanakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...