Langsung ke konten utama

Islam Agamaku, Terimakasih Allah

Yaa Allah, terimakasih atas semua nikmat dan berkah yang Engkau berikan padaku. 
Ampuni dosa-dosaku, 
Saya ini seorang perempuan fakir ilmu, semua ilmu, apalagi ilmu agama, terkadang berfikir untuk menghafal surah-surahNya saja ndak hafal-hafal. seberapa perbandingan amal dan dosaku, pasti lebih banyak dosanya, Astaghfirullah...
Allah,,,, Allah...Allah, 

tapi terimakasih Allah atas hidayah yang engkau kasih ya Rabb.
hidayahMu yang engkau turunkan kepadaku, 
hidayah iman, hidayah islam.
masih belum terlambat hingga akhirnya aku memeluk agama yang benar yaitu Islam. 
kalau di hitung sudah hidup di dunia ini 23 tahun lebih 6 bulan, dan baru mendapat dan menemukan hidayahMu (iman islam), umur 13 tahun. baru 10 tahun memeluk islam, hidayah Allah memang tak bisa di duga,
belum lagi dosa-dosa yang aku tanggung karena aku tak berhijab, baru umur 18 tahun aku berhijab. dan akupun baru tau setelah berjilbab tentang ayat yang menyuruh permpuan wajib berjilbab menutup aurat. 
ya rabb...

islam memang agama yang indah, agama yang benar, 
sesuai dengan firman Allah di surah Ali Imron : 19
            “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.”
Subhanallah,,,trenyuh, senang, sedih campur aduk ketika menemukan ayat itu pertama kalinya, dan aku yakin banyak ayat-ayat di al quran yang membuat aku berfikir inilah agama yang benar, yang mengajak kebaikan, dunia akherat, lengkap. 

agama yang rahmatan lil'alamin. 

kadang mikir, aku nanti di surga atau di neraka ya...
aku ini seorang perempuan yang masih banyak dosa, yang masih ga karu-karuan, yang masih bersenang-senang, egois, dan lain-lain. 
kalau baca Al Quran saja sehari ga sampai 1 juz, hafalan surahnya juga gitu-gitu saja, Ya Allah, 
hilangkan rasa malas pada diri ini. 

kalau di bandingkan sama Khadijah, Maryam, Aisyah, Fatimah,,, haduuuhhh ga ada apa-apanya...ga ada ujung jarinya. 
terus surga itu kan pasti isinya banyak orang, lahan surga masih cukup buatku ngak ya...
aku seorang perempuan yang masih jauh dari kata sholehah. 
masih harus banyak belajar... banyak banyak... 
kembali ke tujuan hidup, bermanfaat untuk orang lain, dan tujuan akhir hidup kita adalah Surga. 

bimbing hambaMu ini di jalanMu, terangilah langkah-langkahku ya Rabb...
aamiin ^_^



Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...